Dasrul menyampaikan, keterbatasan lahan yang dihadapi Pemko Padang dapat diurai dengan memanfaatkan potensi aset kaum yang ada di Nagari Pauh V.
Menurutnya, pendekatan berbasis kebudayaan menjadi salah satu solusi yang relevan.
“Pendekatan kebudayaan adalah kunci. Kearifan lokal dan nilai adat dapat menjadi dasar mencari solusi yang tepat,” ujar Dasrul, Minggu (21/12/2025).
Ia juga mendorong peran aktif Ninik Mamak Bajinih Adaik Nagari Pauh V dalam proses penyediaan lahan tersebut.
Sinergi antara pemerintah daerah dan unsur adat dinilai penting agar kebutuhan tempat tinggal warga terdampak dapat segera terpenuhi.
“Kita harus bersinergi dan bekerja sama untuk mencari solusi terbaik bagi masyarakat,” katanya.
Saat ini, Pemko Padang masih berupaya mencari lahan yang sesuai untuk pembangunan huntara dan huntap bagi korban banjir bandang di tiga kelurahan di Kecamatan Pauh.
Kendala utama yang dihadapi adalah keterbatasan ketersediaan lahan.
Dasrul berharap, kolaborasi antara pemerintah daerah dan pemangku adat dapat menjadi langkah awal menemukan solusi yang efektif dan berkelanjutan bagi pemulihan warga terdampak bencana.(*)
Editor : Hendra Efison