Kenaikan terpantau pada hampir seluruh jenis beras berdasarkan pantauan lapangan, Selasa (23/12/2025).
Kenaikan harga berkisar antara Rp500 hingga Rp1.000 per kilogram. Pedagang menyebut kondisi tersebut dipengaruhi cuaca ekstrem, banjir besar yang melanda Sumatera Barat akhir November 2025, serta belum masuknya masa panen raya.
Salah seorang pedagang beras di Pasar Raya Padang, Boy (47), mengatakan keterbatasan pasokan dari sentra produksi menjadi faktor utama kenaikan harga.
“Harga beras mulai naik sejak banjir besar melanda Padang akhir bulan lalu. Saat ini juga belum ada panen raya, sehingga pasokan dari daerah penghasil terbatas,” ujarnya.
Beras Anak Daro yang banyak diminati konsumen kini dijual Rp16.500 per kilogram, naik Rp500 dari harga sebelumnya.
Meski demikian, stok beras Anak Daro masih relatif aman karena pasokan berasal dari penggilingan lokal di Kota Padang.
Sementara itu, beras Solok dilaporkan tidak lagi tersedia di tingkat pedagang.
Boy menyebut pemasok dari daerah tersebut mengalami gagal panen dalam hampir satu bulan terakhir.
“Beras Solok sudah tidak kami jual karena pemasok gagal panen, sehingga stok kosong,” katanya.
Beras jenis IR 64 juga mengalami kenaikan harga menjadi Rp16.000 per kilogram.
Selain faktor pasokan, tingginya permintaan untuk kebutuhan bantuan sosial bencana turut mempengaruhi ketersediaan stok di pasar.
Baca Juga: Napoli Angkat Supercoppa Italia, Conte Ingatkan: Fokus Utama Masuk Liga Champions
Terkait distribusi, Boy memastikan pasokan masih berjalan selama perputaran modal pedagang tidak terkendala.
“Selama pembayaran lancar, pasokan aman. Jika modal tertahan, pasokan bisa ikut terganggu,” ujarnya.(CR3)
Editor : Hendra Efison