Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Zahril Jajakan Buah Kebun Keluarga di Jalan Batang Kapur, Bertahan di Tengah Turunnya Omzet

Mengki Kurniawan • Sabtu, 27 Desember 2025 | 17:51 WIB

Zahril ketika menunggu pembeli di lapak buah miliknya, Jl. Batang Kapur, Alai Parak Kopi, Padang Utara, Kota Padang, Sabtu (27/12/2025). (Foto: Mengki Kurniawan/Padeks)
Zahril ketika menunggu pembeli di lapak buah miliknya, Jl. Batang Kapur, Alai Parak Kopi, Padang Utara, Kota Padang, Sabtu (27/12/2025). (Foto: Mengki Kurniawan/Padeks)
PADEK.JAWAPOS.COM—Zahril (60), pedagang buah di Jalan Batang Kapur, tepatnya di depan Leica Home Studio, setiap pagi menata dagangan di atas becak motornya.

Ia menjual sirsak, pisang, jeruk bali, dan lemon yang dipetik langsung dari kebun keluarganya di Lori, Lubuk Minturun.

Zahril, yang akrab disapa Zal, mengatakan seluruh buah berasal dari kebun sendiri untuk menjaga kualitas dan kesegaran hingga ke tangan konsumen.

“Semua ini dari kebun sendiri di Lori. Saya petik langsung supaya tahu tingkat kematangannya,” ujar Zal, Sabtu (27/12/2025).

Setiap hari, Zal berangkat dari kawasan Siteba dan berjualan hingga sekitar pukul 18.00 WIB. Ia menyebut buah-buahan tersebut merupakan warisan orang tuanya yang mulai ditanam sejak 1997.

“Ini peninggalan orang tua. Saya hanya meneruskan merawatnya, jadi ada kepuasan tersendiri saat pembeli suka rasanya,” katanya.

Harga buah yang ditawarkan relatif terjangkau. Pisang dijual Rp10.000–Rp20.000 per sisir, sementara lemon dan jeruk nipis dibanderol Rp20.000 per kilogram.

“Harga saya sesuaikan dengan ukuran, yang penting pembeli tetap nyaman,” ujar Zal.

Menurutnya, jeruk bali dan lemon menjadi produk paling banyak dicari pelanggan karena dinilai bermanfaat bagi kesehatan.

“Banyak yang cari jeruk bali dan lemon. Mereka percaya karena dari kebun sendiri,” katanya.

Sebelum berjualan di Alai, Zal mengaku sempat berdagang di Pasar Raya dan Tanah Kongsi. Kini ia memilih berjualan mandiri dengan becak motor karena dinilai lebih dekat dengan pembeli.

Selain berdagang, Zal juga kerap membantu pedagang lain dengan memberikan modal usaha kecil di sekitar lokasi berjualan.

“Kalau bisa saling bantu, kenapa tidak. Rezeki sudah ada yang mengatur,” ujarnya.

Namun, Zal mengakui omzet penjualan menurun hingga sekitar 70 persen pascabanjir bandang yang melanda Padang.

“Biasanya bisa dapat sekitar satu juta sehari, sekarang jauh berkurang,” katanya.

Meski demikian, Zal tetap berharap kondisi segera membaik agar dapat terus menghidupi keluarga dari hasil kebun warisan orang tuanya.

“Saya akan tetap berjualan di sini, semoga keadaan segera pulih,” tutupnya. (CR3)

Editor : Hendra Efison
#pedagang buah Padang #Jalan Batang Kapur #dampak banjir padang #buah kebun Lubuk Minturun