Pantauan di lokasi menunjukkan jumlah bak sampah tidak sebanding dengan luas kawasan pasar dan volume sampah harian, sehingga limbah meluap hingga ke badan jalan.
Sejumlah sarana kebersihan juga ditemukan dalam kondisi rusak, baik tong sampah berbahan besi maupun plastik, sehingga tidak dapat digunakan secara optimal.
Pedagang Pasar Raya Padang, Opet (47), mengatakan keterbatasan fasilitas kebersihan sudah berlangsung cukup lama dan perlu segera ditangani.
“Bak sampah yang tersedia tidak sebanding dengan luas pasar ini. Akibatnya, sampah sering berserakan karena tidak ada tempat penampungan yang cukup,” ujar Opet.
Ia menambahkan, kerusakan tong sampah juga dipicu oleh kurangnya kepedulian sebagian pengguna pasar terhadap fasilitas umum.
“Banyak tong sampah rusak parah karena tidak dijaga dengan baik. Fasilitas publik seharusnya dirawat bersama,” katanya.
Kondisi tersebut berdampak pada kenyamanan pengunjung dan kebersihan lingkungan pasar.
Chika (24), salah seorang pengunjung, mengaku terganggu dengan tumpukan sampah dan bau tidak sedap di sejumlah titik Pasar Raya Padang.
“Susah mencari tempat sampah. Sampah terlihat di mana-mana dan pasarnya jadi terkesan kumuh,” kata Chika.
Selain persoalan sampah, pengunjung juga mengeluhkan keterbatasan fasilitas sanitasi, seperti toilet umum yang layak dan mudah diakses.
“Mencari toilet bersih juga sulit. Kalaupun ada, kondisinya kurang terawat dan jaraknya jauh,” ujarnya.
Baca Juga: Akses Jalan Lubukbasung–Bukittinggi Kembali Dibuka Setelah Banjir Bandang dan Longsor di Maninjau
Pedagang dan pengunjung berharap Pemerintah Kota Padang segera melakukan pengadaan bak sampah baru serta perbaikan fasilitas kebersihan di Pasar Raya Padang.
Perbaikan sarana kebersihan dinilai penting untuk menjaga kesehatan lingkungan dan kenyamanan aktivitas jual beli di pusat perdagangan utama Kota Padang tersebut. (CR3)
Editor : Hendra Efison