Pantauan di lokasi pada Sabtu malam menunjukkan lorong beton tersebut tidak memiliki penerangan sama sekali.
Pengendara harus memperlambat laju kendaraan karena jarak pandang sangat terbatas, terutama saat memasuki area di bawah bangunan gerbang.
Syafri, 47, warga setempat, mengatakan kondisi gelap membuatnya selalu berhati-hati saat melintas.
“Kalau malam, rasanya sulit menerobos terowongan karena gelap total. Lampu motor saya tidak terlalu terang, jadi benar-benar harus pelan,” ujarnya.
Ia berharap lampu jalan segera dipasang untuk mengurangi risiko kecelakaan.
“Setidaknya diberi lampu satu saja di dalam. Jangan dibiarkan gelap begini karena bisa mengundang hal-hal yang tidak diinginkan,” katanya.
Adri Putra, 19, mahasiswa yang sering melintas, menilai kondisi jalan yang sempit memperburuk situasi.
“Lampu tidak ada, jalannya sempit. Sangat sulit kalau berpapasan dengan mobil. Kita tidak bisa melihat posisi mobil dari lawan arah dengan jelas karena gelap,” jelasnya.
Hingga kini, lampu penerangan belum terpasang di terowongan tersebut. Warga berharap pihak berwenang segera melakukan perbaikan karena arus lalu lintas di jalur vital itu terus padat setiap hari.(cr3)
Editor : Hendra Efison