Antrean mulai terlihat sejak pukul 06.30 WIB. Beragam pilihan seperti onde-onde, kue lapis, dan gorengan menjadi favorit pembeli karena dianggap praktis sebelum memulai aktivitas.
Ita (45), pelanggan tetap, mengatakan ia lebih memilih membeli kue karena efisiensi waktu.
“Saya cukup sering belanja kue di sini. Anak dan suami suka, jadi sekalian beli agak banyak untuk sarapan,” ujarnya.
Ia menambahkan harga dan variasi rasa menjadi alasan lain. “Pilihannya banyak, dari kesukaan anak-anak sampai orang dewasa. Harganya juga terjangkau, jadi tidak memberatkan kalau beli setiap hari,” katanya.
Des (37), warga lain yang mampir setelah berbelanja di Pasar Raya Padang, menilai kualitas kue di lokasi tersebut konsisten terjaga.
“Di sini kuenya masih segar dan bersih. Anak-anak saya suka sekali dengan onde-onde dan kue lapisnya,” ujar Des.
Tingginya minat ini menunjukkan kue tradisional tetap diminati warga di tengah hadirnya berbagai makanan modern.
Stabilnya harga serta penggunaan bahan alami seperti tepung beras dan gula merah turut menjadi alasan masyarakat memilih jajanan pasar.
Fenomena di Jalan Thamrin tersebut menegaskan bahwa kue tradisional masih menjadi bagian penting budaya sarapan warga Kota Padang.(CR3)
Editor : Hendra Efison