Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Gubernur Sumbar Apresiasi Warga Kampung Talang Bangun Huntara dan Surau Bambu Pascagalodo Padang

Hendra Efison • Senin, 19 Januari 2026 | 20:49 WIB

Gubernur Mahyeldi apresiasi gotong royong warga Kampung Talang bangun huntara dan Surau Bambu Talang pascagalodo Padang.
Gubernur Mahyeldi apresiasi gotong royong warga Kampung Talang bangun huntara dan Surau Bambu Talang pascagalodo Padang.
PADEK.JAWAPOS.COM—Gubernur Sumbar Mahyeldi apresiasi warga Kampung Talang, Kelurahan Kapalo Koto, Kecamatan Pauh, Kota Padang, yang membangun hunian sementara (huntara) dan Surau Bambu Talang pascagalodo.

Apresiasi itu disampaikan saat ia melakukan peletakan batu pertama di lokasi huntara, Senin (19/1/2026).

Wilayah Kampung Talang sebelumnya mengalami kerusakan cukup parah akibat bencana hidrometeorologi pada akhir November 2025.

Mahyeldi menyebut inisiatif masyarakat membangun huntara dari material kayu dan asbes serta mendirikan surau berbahan bambu merupakan bentuk kemandirian dan kearifan lokal.

“Kami sangat bangga dan bersyukur. Warga Kampung Talang berperan aktif dalam proses pembangunan huntara, bekerja sama dengan TNI, relawan berbagai lembaga, serta mahasiswa,” ujar Mahyeldi.

Huntara mandiri yang berada di RT 03 RW 04 Kelurahan Kapalo Koto berdiri di atas lahan sekitar tiga hektare dan menampung 10 kepala keluarga terdampak galodo.

Mahyeldi menambahkan penggunaan bambu untuk Surau Bambu Talang menjadi simbol adaptasi masyarakat terhadap lingkungan sekitar dan mencerminkan nilai budaya lokal.

“Penggunaan bambu pada surau ini menunjukkan bahwa kearifan lokal tetap relevan dalam proses pemulihan pascabencana,” katanya.

Perwakilan Kelompok Pecinta Alam (KPA) Bias, Khalid Syaifullah, menyampaikan pembangunan huntara dan surau merupakan kolaborasi warga, TNI, mahasiswa, dan relawan.

“Kami berupaya menghadirkan hunian sementara yang layak sekaligus sarana ibadah yang memiliki nilai sosial dan budaya,” ujar Khalid, didampingi Dasrul.

Ia menjelaskan Surau Bambu Talang dibangun menggunakan bambu dari lingkungan sekitar.

“Karena menggunakan bambu dari sekitar kawasan, surau ini kami beri nama Surau Bambu Talang,” ujarnya.

Pembangunan huntara dan Surau Bambu Talang diharapkan dapat memulihkan kehidupan sosial, budaya, dan spiritual masyarakat pascagalodo.

Acara peletakan batu pertama turut dihadiri Kepala Biro Kesra Provinsi Sumbar, Camat Pauh, Lurah Kapalo Koto, Babinsa Pauh, tokoh masyarakat, serta penghuni Huntara Kampung Talang.(*)

Editor : Hendra Efison
#galodo Pauh Padang #Huntara Padang #Surau Bambu Talang