Hal ini disebabkan oleh tersumbatnya intake Perumda AM Padang. Ada 7 intake terdampak, diantaranya masuk kategori rusak barat akibat material banjir bandang dan sedimen yang menumpuk. Namun, Perumda AM Padang terus melakukan upaya pemulihan pelayanan.
“Pemerintah menargetkan kita agar pelayanan air bersih di akhir tahun itu bisa pulih diatas 90%. Sesuai dengan target tersebut kami tentu berupaya secara optimal. Pada 24 Desember 2025 itu layanan kita sudah mencapai 99% seiring pulihnya intake Palukahan 2 jalur,” ungkap Direktur Utama Perumda AM Padang Hendra Pebrizal, Jumat (23/1).
Hendra menyebut, dari tiga area playanan, area selatan sudah pulih optimal. Lalu di area utara untuk pelayanan juga sudah 100% pulih. Namun ada pelanggan yang sumber airnya dari selatan yaitu jembatan Gunung Nago. Ada 4 perumahan yaitu perumahan Kemilau Permata, Wisma Bumi Mas Kuranji, Perumahan Graha Kuranji, dan Perumahan Anai Lestari.
Namun untuk mengatasi hal tersebut Perumda AM Kota Padang memberikan pelayanan air bersih dengan penyediaan 5 unit tedmond. Kelima tedmond ini diisi 3 kali dalam sehari untuk memenuhi kebutuhan air masyarakat.
“Di area pusat saat ini kita terkendala karena produksi pipa Gunungpangilun belum optimal karena sumber air baku kita sampai sekarang masih keruh karena masih banyak pengerjaan normalisasi di hulu sungai. Mulai dari Batubusuk sampai ke mulut intake kita. Jadi juga terjadi pendangkalan yang memang juga menyebabkan air baku kita juga sudah mulai berkurang,” ungkapya.
Hal tersebut menyebabkan terdapat beberapa area yang belum dapat terlayani diantaranya area Pancasila, Purus 2 sebagian, Koto Merapak, Jl. Hang Tuah, Jl. Pasopati Singa Mangaraja, Pondok Mungil Ampang Sebagian. Jati Paraksalai sebagian hidup pelayanan air, lalu Jati Gaung.
“Yang terjadi sekarang dua bulan ini, air yang kita pompa itu bercampur lumpur, itu yang menyebabkan pompa kita sering rusak,” katanya.
Perumda AM Padang juga sudah memesan elektromotor pompa yang ditargetkan pada akhir Februari sudah sampai di Kota Padang karena dipesan dari Turki. Pemesanan dilakukan ke Turki karena memang itu yang speknya sesuai dengan intake Kampung Koto.
“Layanan kita per hari sudah 99% atau 128.123 SR, yang satu persennya sekitar 1.623 SR lagi. Bagi pelanggan kami yang tidak terlayani kita sudah menyediakan 65 unit tedmond. Pascabencana kita sudah menambah 14 lagi unit tedmond, dan kemarin kita juga dapat bantuan sebanyak 30 unit yang sudah kita distribusikan,” jelasnya.
Hendra Pebrizal menyebut, Perumda AM Padang juga sudah banyak menyalurkan air gratis kepada masyarakat. Sampai saat ini sudah disalurkan 27.347 m3 atau 27 juta liter air bersih. Dimana 2/3 yang mendapatkan layanan tersebut adalah nonpelanggan.
Disebutkan Hendra, Perumda AM Padang juga banyak mendapatkan bantuan. Namun bantuan itu akan dimulai pada tahun anggaran 2026 ini. Bantuan pembangunan IPA Palukahan 200 liter per detik dan pipa sepanjang 19 KM akan dimulai tahun ini dan akan selesai akhir 2027.
“Pascabencana kita juga mengusulkan pembangunan pengganti IPA Gunungpangilun, itu juga akan selesai di akhir tahun 2027,” katanya. (eni/cr4)
Editor : Adetio Purtama