Salah seorang pedagang emas di Pasar Raya Padang, Aldi, mengungkapkan bahwa penurunan harga emas terjadi sangat cepat. Bahkan, dalam hitungan jam, harga emas bisa mengalami penurunan yang cukup signifikan.
“Setelah naik kemarin, harga emas turun tajam. Per jamnya bisa turun sampai Rp300 ribu,” ujar Aldi saat ditemui di Pasar Raya Padang.
Meski penurunan harga tergolong drastis, Aldi menilai kondisi tersebut tidak terlalu berdampak besar bagi pedagang. Namun, menurutnya, situasi ini justru merugikan bagi pembeli yang sempat membeli emas di harga tinggi.
“Mungkin yang agak kecewa itu orang yang membeli emas di harga Rp7 jutaan kemarin. Baru dibeli, tidak lama kemudian harganya sudah turun jauh,” katanya.
Kendati demikian, Aldi tetap optimistis harga emas masih memiliki peluang untuk kembali naik. Ia menilai, berdasarkan kondisi global saat ini, harga emas jarang mengalami penurunan dalam waktu yang lama.
Hal senada juga disampaikan oleh H Faisal, pedagang emas lainnya di Pasar Raya Padang. Menurutnya, akibat penurunan harga yang cukup tajam, masyarakat yang berniat menjual emas saat ini cenderung menahan diri.
“Ketika harga emas tinggi kemarin, banyak masyarakat melakukan tukar tambah emas untuk berbagai keperluan, seperti biaya kuliah anak dan kebutuhan lainnya,” tuturnya.
Ia menjelaskan, tukar tambah yang dimaksud yakni masyarakat mengurangi berat emas yang dimiliki. Misalnya, memiliki cincin emas seberat lima gram, kemudian dikurangi satu gram untuk mendapatkan selisih nilai.
H Faisal menambahkan, saat ini mayoritas pembeli emas berasal dari kalangan menengah ke atas yang memiliki simpanan dana cukup besar di perbankan. Hal tersebut disebabkan harga emas yang masih tergolong tinggi meski mengalami penurunan.
“Sekarang yang membeli emas kebanyakan masyarakat menengah ke atas, karena harga satu emasnya masih cukup tinggi,” katanya. (yud)
Editor : Adetio Purtama