Kepala Seksi Operasi Kantor SAR Kelas A Padang, Hendri, membenarkan kejadian tersebut. Menurutnya, laporan pertama diterima pada pukul 16.55 WIB dari salah satu korban bernama Putra Ramadhan melalui sambungan telepon.
“Informasi awal kami terima langsung dari korban yang melaporkan bahwa delapan orang terperangkap di sekitar air terjun Sungaibangek,” ujar Hendri dalam laporannya, Senin malam.
Berdasarkan informasi awal, para survivor terdiri dari remaja berusia 16 hingga 18 tahun, di antaranya Putra Ramadhan, Afdhal Zikri, Ibnu Habib, Zikri, Sandi, Zhafrah, Putra, dan Haykal.
Berdasarkan kronologi yang dilaporkan, para korban tiba di lokasi air terjun sekitar pukul 12.00 WIB. Sesaat setelah mereka sampai, debit air sungai tiba-tiba meningkat secara drastis.
Kondisi tersebut memisahkan kelompok menjadi dua bagian, lima orang berada di satu sisi sungai dan tiga orang lainnya terperangkap di sisi berlawanan.
Rombongan yang terdiri dari tiga orang mencoba mencari jalan keluar dengan menyusuri jalur turunan menuju titik awal kedatangan mereka. Namun, upaya tersebut gagal karena jalur sudah tidak bisa dilalui akibat meluapnya air.
“Mereka kemudian mencoba naik ke atas bukit dan berhasil mencapai area perkebunan warga. Namun, lokasi tersebut masih cukup jauh dari akses jalan utama,” jelas Hendri menjelaskan kondisi para korban.
Menerima laporan darurat tersebut, Kantor SAR Kelas A Padang langsung mengerahkan tim penyelamat. Lima personel rescue diberangkatkan pada pukul 17.10 WIB menuju lokasi kejadian dengan estimasi waktu tempuh 17 menit.
Lokasi kejadian berada pada koordinat 0°48'12.74" Lintang Selatan dan 100°22'17.18" Bujur Timur, berjarak sekitar 5,10 kilometer garis lurus dari Kantor SAR Padang atau 9,1 kilometer melalui jalur darat dengan arah 84,09 derajat ke timur laut.
Tim SAR membawa sejumlah peralatan pendukung operasi, termasuk mobil rescue, peralatan mountaineering, perlengkapan evakuasi SAR, peralatan medis, serta perangkat komunikasi untuk memastikan koordinasi berjalan lancar.
Operasi evakuasi menghadapi kendala cuaca buruk berupa hujan yang terus mengguyur kawasan tersebut. Kondisi hujan dengan kecepatan angin mencapai 5 knot diperkirakan memperlambat proses penyelamatan.
Hingga berita ini diturunkan, tim SAR masih melakukan upaya evakuasi terhadap kedelapan remaja yang terjebak di kawasan air terjun Sungaibangek. (cc1)
Editor : Adetio Purtama