Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Jelang Lebaran, Jual Beli di Pasar Lubukbuaya Padang Lesu, Pedagang Harap Lonjakan Pembeli

Riyadhatul Khalbi • Selasa, 10 Maret 2026 | 10:46 WIB

Salah seorang pedagang cabai di Pasar Lubukbuaya sedang menunggu pembeli, Senin (9/3/2026).
Salah seorang pedagang cabai di Pasar Lubukbuaya sedang menunggu pembeli, Senin (9/3/2026).
PADEK.JAWAPOS.COM—Memasuki minggu ketiga bulan suci Ramadan, aktivitas jual beli di sejumlah pasar tradisional di Kota Padang terpantau masih lesu. Kondisi ini berbeda dibandingkan dengan Ramadan pada tahun-tahun sebelumnya yang biasanya mulai ramai menjelang Hari Raya Idulfitri.

Sejumlah pedagang mengaku penurunan jumlah pembeli sudah terjadi sejak awal Ramadan. Akibatnya, mereka pesimis akan terjadi peningkatan signifikan dalam waktu dekat, meski masih berharap lonjakan penjualan tetap terjadi menjelang Lebaran.

Pantauan di Pasar Lubukbuaya, Senin (9/3), menunjukkan aktivitas perdagangan belum seramai biasanya. Salah seorang pedagang cabai dan bawang di lapak Lado Lubay, Rahmaini, 66, mengatakan penjualan pada Ramadan tahun ini jauh menurun dibandingkan tahun sebelumnya.

“Kalau dibandingkan dengan bulan puasa sebelumnya jauh berbeda. Tahun lalu ramai, sekarang penjualan turun. Bisa dibilang hanya separuh dari tahun sebelumnya,” ujarnya.

Rahmaini menjelaskan, kenaikan harga dari pengepul juga turut memengaruhi daya beli masyarakat. Biasanya ia mampu menjual hingga tiga karung cabai dalam sehari, namun saat ini satu karung saja terkadang masih tersisa.

Meski demikian, ia masih berharap penjualan meningkat menjelang Lebaran. Berdasarkan pengalaman pada tahun-tahun sebelumnya, permintaan bahan dapur biasanya meningkat hingga sekitar 30 persen mendekati hari raya.

“Biasanya kalau sudah dekat Lebaran mulai ramai. Mudah-mudahan tahun ini juga begitu,” katanya.

Hal senada disampaikan Oyon Edi, 48, pemilik usaha Santan Doyok yang juga berdagang di Pasar Lubukbuaya. Ia mengatakan penurunan penjualan sudah terasa sejak awal tahun, namun mulai sedikit membaik memasuki pertengahan Ramadan.

Menurutnya, jika dibandingkan dengan Ramadan tahun lalu, penjualan santan di tempat usahanya turun hingga sekitar 50 persen.

“Kemungkinan karena bencana yang terjadi sebelumnya, jadi masyarakat lebih fokus memperbaiki kondisi mereka masing-masing. Dulu pembeli dari Lubukalung, Pariaman, dan daerah lain juga datang ke sini. Sekarang kebanyakan hanya warga sekitar,” ungkapnya.

Oyon memperkirakan aktivitas jual beli akan mulai meningkat sekitar satu minggu menjelang Lebaran. Berdasarkan pengalamannya, peningkatan penjualan pada periode tersebut bisa mencapai sekitar 30 persen dibandingkan pertengahan Ramadan.

Sementara itu, pedagang pakaian di Pasar Lubukbuaya, Ajo Manih, 68, pemilik usaha AJM Busana, juga mengakui kondisi penjualan belum menunjukkan peningkatan berarti.

Menurutnya, banjir yang sempat melanda sebelumnya turut memengaruhi daya beli masyarakat. Selain itu, meningkatnya harga modal pakaian serta persaingan dari penjualan online dan program obral juga menjadi faktor lain yang menekan penjualan di pasar tradisional.

“Biasanya memang ada peningkatan jelang Lebaran, tapi sekarang belum terlihat. Harga modal naik, saingan juga banyak, ada obral murah dan penjualan online,” katanya.

Ia menambahkan, semakin banyaknya pusat perbelanjaan dan pasar baru juga membuat pembeli menjadi tersebar sehingga aktivitas di pasar tradisional tidak seramai sebelumnya.

Para pedagang pun berharap kondisi ekonomi masyarakat segera membaik sehingga aktivitas jual beli di pasar kembali meningkat, terutama menjelang Hari Raya Idulfitri. (cr4)

Editor : Adetio Purtama
#Pasar Lubukbuaya #jelang lebaran #pedagang #lesu