Kepadatan aktivitas belanja bahkan memicu kemacetan lalu lintas di jalan utama kawasan pasar tersebut.
Pantauan di lokasi pada Jumat siang menunjukkan arus kendaraan di sekitar Pasar Raya Padang terpantau padat.
Kendaraan roda dua dan roda empat tampak mengular, sementara area parkir di sepanjang selasar jalan dipenuhi kendaraan pengunjung.
Arus manusia juga terlihat terus mengalir masuk ke lorong-lorong pasar sejak pagi hingga siang hari.
Pengunjung memadati berbagai area penjualan, mulai dari pakaian, perlengkapan rumah tangga, hingga blok bahan pangan.
Harga Terjangkau Jadi Daya Tarik
Tingginya aktivitas belanja ini mencerminkan antusiasme masyarakat Kota Padang dan sekitarnya dalam mempersiapkan kebutuhan hari raya.
Banyak warga memilih berbelanja di pasar tradisional karena dianggap lebih hemat dibandingkan pusat perbelanjaan modern.
Salah seorang pengunjung, Hermila (36), mengaku sengaja datang ke Pasar Raya Padang untuk melengkapi kebutuhan keluarganya menjelang Idulfitri.
“Saya lebih memilih Pasar Raya karena harganya cenderung lebih murah dibandingkan department store atau swalayan. Di sini tidak ada pajaknya, jadi uangnya bisa dipakai untuk beli keperluan yang lain,” ujar Hermila saat ditemui di lokasi, Jumat siang.
Menurutnya, perbedaan harga antara pasar tradisional dan toko modern menjadi pertimbangan utama dalam mengelola pengeluaran rumah tangga, terutama menjelang lebaran yang biasanya diiringi kenaikan harga sejumlah kebutuhan.
Pilihan Barang Lengkap
Meski kondisi pasar terik dan dipadati pengunjung, Hermila mengaku tetap menikmati pengalaman berbelanja di pasar tradisional.
Ia menilai ragam pilihan barang yang tersedia memudahkan dirinya mencari berbagai kebutuhan dalam satu lokasi.
“Meskipun panas, saya tetap senang belanja di sini karena banyak pilihan, harga lebih murah, dan yang paling penting bisa tawar-menawar. Suasananya itu identik sekali dengan ‘war’ belanja jelang hari raya,” katanya.
Selain faktor harga, ia juga merasakan adanya kepuasan tersendiri ketika berinteraksi langsung dengan pedagang.
“Belanja di pasar tradisional ini punya sensasi yang berbeda. Ada seni tawar-menawarnya. Selain itu, dengan belanja di sini, secara tidak langsung saya juga merasa bisa membantu pedagang-pedagang kecil agar mereka juga ikut merasakan berkah lebaran,” tambahnya.
Keramaian Diprediksi Terus Meningkat
Kepadatan aktivitas di Pasar Raya Padang diperkirakan masih akan meningkat hingga mendekati malam takbiran.
Para pedagang mengaku telah menambah stok barang untuk mengantisipasi lonjakan pengunjung yang biasanya mencapai puncak dua hari sebelum Idulfitri.
Sementara itu, petugas keamanan dan pengelola parkir di sekitar kawasan pasar terlihat mengatur arus kendaraan untuk mencegah kemacetan yang lebih parah.
Hingga kini, Pasar Raya Padang tetap menjadi pusat perputaran ekonomi rakyat yang ramai dikunjungi masyarakat meski pusat perbelanjaan modern dan toko daring terus berkembang.(*)
Editor : Hendra Efison