LIMAU MANIS—Meski mengalami kerusakan parah akibat terjangan galodo pada akhir November 2025, Bendungan UNAND di kawasan Limau Manis, Kecamatan Pauh, Kota Padang, masih menjadi tujuan favorit warga untuk bersantai, Rabu (15/4/2026).
Lokasi tersebut tetap ramai dikunjungi masyarakat dan mahasiswa yang memanfaatkan suasana alami bendungan sebagai tempat melepas penat di tengah proses perbaikan yang masih berlangsung.
Kerusakan infrastruktur terlihat di sejumlah titik bendungan, termasuk pendangkalan aliran sungai akibat tumpukan batu dan material kayu yang terbawa arus saat bencana terjadi.
Salah seorang pengunjung, Adhitya (23), mengatakan kondisi fisik yang rusak tidak menghilangkan daya tarik utama kawasan tersebut sebagai lokasi rekreasi alami.
Baca Juga: Truk Hino Terbalik di Padang Dini Hari, Sopir Kabur Usai Out of Control
Ia menyebutkan suasana asri, air yang jernih dan sejuk, serta lingkungan yang tenang menjadi alasan utama dirinya tetap datang ke lokasi tersebut meski belum sepenuhnya pulih.
Menurutnya, keberadaan warung yang menjual minuman dan makanan ringan juga menambah kenyamanan pengunjung saat menikmati waktu di bendungan.
Adhitya mengaku kerap mengunjungi lokasi itu bersama rekan-rekannya setelah aktivitas perkuliahan maupun di sela pengerjaan tugas akhir yang sedang dijalaninya saat ini.
Ia menyebut suara aliran sungai dan udara sejuk dari kawasan perbukitan sekitar menjadi faktor yang membantu meredakan stres, khususnya bagi mahasiswa tingkat akhir.
Kondisi air yang masih jernih dari hulu perbukitan membuat sebagian pengunjung memilih untuk mandi, meskipun suhu air yang sangat dingin menjadi tantangan tersendiri.
Baca Juga: Kebakaran Malam Hari di Sungai Tarab Hanguskan Rumah Warga, Kerugian Tembus Rp300 Juta
Meski demikian, ia menyoroti aspek keamanan yang dinilai masih perlu perhatian, terutama pada bagian jembatan yang belum dilengkapi pembatas serta kondisi dasar sungai yang belum dikeruk.
Ia berharap perbaikan infrastruktur dapat segera dipercepat agar fungsi bendungan kembali optimal dan keamanan pengunjung lebih terjamin saat beraktivitas di kawasan tersebut.
Selain itu, ia juga mengingatkan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan agar area bendungan tetap bebas dari sampah dan ekosistem sungai tidak terganggu.
Adhitya turut mengimbau pengunjung agar tetap waspada terhadap potensi bahaya, seperti kemungkinan air bah dari hulu serta keberadaan batu-batu besar di dasar sungai yang dapat menyebabkan cedera.
Hingga saat ini, kawasan Bendungan UNAND masih menjadi alternatif lokasi rekreasi alami bagi warga Kota Padang meski kondisi infrastrukturnya belum sepenuhnya pulih pascabencana.(*)
Editor : Hendra Efison