Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Kepala BGN: 402 Unit Dapur MBG Terbentuk, Ungkit Ekonomi Sumbar Pascabencana

Hendra Efison • Kamis, 23 April 2026 | 11:03 WIB
Kepala BGN RI, Dadan Hindayana, saat diwawancarai wartawan di Padang, Rabu (22/4/2026).
Kepala BGN RI, Dadan Hindayana, saat diwawancarai wartawan di Padang, Rabu (22/4/2026).

PADANG — Badan Gizi Nasional (BGN) mengungkapkan sebanyak 27 ribu dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) telah terbentuk di seluruh Indonesia sebagai bagian dari Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Kepala BGN RI Dadan Hindayana menyebut, dari jumlah tersebut, 402 unit berada di Sumatera Barat, dengan 70 dapur tersebar di Kota Padang.

“Alhamdulillah, sekitar 62 juta penerima manfaat telah merasakan program MBG dari target 82,9 juta secara nasional. Kami mengajak semua pihak untuk bersinergi menyukseskan program ini,” ujar Dadan di Padang, Rabu (22/4/2026).

Ia menegaskan, MBG tidak hanya berfokus pada pemenuhan gizi, tetapi juga menjadi instrumen pemulihan ekonomi masyarakat, terutama bagi pelaku UMKM di wilayah terdampak bencana.

Baca Juga: JPU Tuntut Imam Luthfi Fajri 5 Tahun Penjara dalam Kasus Pembakaran Pasar Payakumbuh

Menurutnya, program ini merupakan bagian dari upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia menuju Indonesia Emas 2045, dengan target 92 juta penerima manfaat pada 2029 sesuai RPJMN 2025–2029.

Namun, pelaksanaan program di lapangan masih menghadapi tantangan, termasuk dampak bencana alam yang terjadi pada akhir 2025 yang memengaruhi kondisi sosial ekonomi masyarakat.

Untuk itu, BGN mendorong penguatan kolaborasi lintas sektor, mulai dari pemerintah pusat hingga daerah, guna mempercepat pemulihan ekonomi melalui optimalisasi program MBG.

Baca Juga: Semen Padang Salurkan 250 Zak Semen untuk TMMD ke-128 di Padangpariaman

“Kami hadir untuk membangkitkan UMKM dan usaha lokal agar kehidupan ekonomi masyarakat bisa kembali normal,” kata Dadan.

Dalam implementasinya, kegiatan MBG juga diisi dengan sosialisasi, pasar murah, serta kunjungan dan dialog dengan pelaku usaha yang menjadi pemasok bahan pangan bagi SPPG.

Langkah ini bertujuan memperkuat rantai pasok sekaligus menjaga stabilitas ekonomi di wilayah terdampak bencana.

Baca Juga: Surabaya Domino Tournament 2026 Dongkrak UMKM dan Okupansi Hotel

Dadan menjelaskan, sekitar 93 persen anggaran BGN disalurkan ke daerah melalui SPPG, dengan alokasi sekitar Rp1 miliar per unit setiap bulan.

“Sekitar 70 persen anggaran digunakan untuk pembelian bahan baku, dan lebih dari 95 persen berasal dari produk lokal,” ujarnya.

Sementara itu, 20 persen digunakan untuk operasional dan 10 persen untuk pengembalian investasi.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Sumbar 23 April 2026: Mayoritas Kota Diguyur Hujan Ringan

Ia menambahkan, keberadaan SPPG di daerah menjadi penggerak ekonomi karena meningkatkan permintaan bahan baku dari masyarakat setempat, termasuk petani, peternak, dan nelayan.

“Setiap hari dibutuhkan bahan baku dalam jumlah besar, sehingga peluang usaha masyarakat, termasuk ibu-ibu, akan meningkat,” ujar Dadan.

BGN berharap program MBG tidak hanya meningkatkan gizi penerima manfaat, tetapi juga memperkuat ekonomi masyarakat secara berkelanjutan, khususnya di wilayah terdampak bencana.(*)

Editor : Hendra Efison
#program MBG Indonesia #umkm indonesia #badan gizi nasional #dapur SPPG