PADEK.JAWAPOS.COM – Sekitar 25 ribu pelanggan Perumda Air Minum (PDAM) Kota Padang diperkirakan terdampak penghentian sementara aliran air mulai Jumat (10/7/2026) malam.
Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari pengurasan reservoar Instalasi Pengolahan Air (IPA) Gunung Pangilun untuk meningkatkan kualitas air yang belakangan dikeluhkan keruh oleh pelanggan.
Pengurasan dijadwalkan dimulai pukul 20.00 WIB. Selama proses pembersihan bak penampung dan jaringan pipa berlangsung, distribusi air akan dihentikan sementara dan direncanakan kembali normal pada Sabtu (11/7/2026) pagi.
Direktur Utama Perumda Air Minum Kota Padang, Hendra Pebrizal, menyampaikan permohonan maaf kepada pelanggan atas ketidaknyamanan yang terjadi.
Menurutnya, langkah tersebut merupakan upaya memperbaiki kualitas layanan di tengah proses rehabilitasi IPA Gunung Pangilun yang masih berlangsung.
"Terjadi kekeruhan karena IPA tak mampu lagi memproduksi air secara maksimal," ujarnya dalam konferensi pers di Padang, Jumat (10/7/2026).
Hendra mengimbau masyarakat yang terdampak untuk segera menampung air sebelum distribusi dihentikan sementara.
Persediaan tersebut diharapkan dapat memenuhi kebutuhan rumah tangga hingga pasokan kembali normal.
Perbaikan IPA Masih Berlangsung hingga Akhir 2026
Hendra menjelaskan, air keruh yang dikeluhkan pelanggan terutama dirasakan oleh sekitar 50 persen dari total 50 ribu pelanggan Perumda Air Minum Kota Padang. Wilayah terdampak membentang dari kawasan Siteba hingga pusat Kota Padang.
Kondisi tersebut merupakan dampak proses rehabilitasi dan rekonstruksi IPA Gunung Pangilun yang mengalami kerusakan akibat bencana hidrometeorologi pada akhir 2025. Perbaikan fasilitas dilakukan menggunakan dukungan anggaran dari Kementerian Pekerjaan Umum.
Rehabilitasi meliputi perbaikan intake, filter, hingga eskalator pada instalasi berkapasitas 500 liter per detik tersebut. Pekerjaan dimulai sejak Desember 2025 dan ditargetkan rampung pada Desember 2026.
Menurut Hendra, selama proses rehabilitasi berlangsung, kemampuan instalasi dalam mengolah air belum sepenuhnya optimal. Kondisi itu berpengaruh terhadap kualitas air yang diterima sebagian pelanggan.
Perubahan Kualitas Air Sungai Jadi Tantangan
Direktur Teknik Perumda Air Minum Kota Padang, Andri Satria, mengatakan tantangan tidak hanya berasal dari kerusakan instalasi, tetapi juga perubahan kualitas air baku pascabencana.
Ia menjelaskan sekitar 95 persen kebutuhan air baku PDAM Kota Padang berasal dari lima sungai di Kota Padang.
Setelah bencana hidrometeorologi, tingkat kekeruhan air sungai meningkat, sementara tingkat keasaman (pH) menurun sehingga proses pengolahan menjadi lebih kompleks.
"Sejak bencana terjadi perubahan pada air sungai. Kekeruhan sangat tinggi sedangkan pH rendah. Butuh banyak zat kimia untuk menjernihkan air. Penurunan fungsi filter menyebabkan air yang mengalir ke pelanggan jadi keruh," jelasnya.
Selain melakukan pengurasan reservoar, Perumda Air Minum Kota Padang juga menyiapkan bantuan distribusi air bersih menggunakan mobil tangki bagi pelanggan yang membutuhkan selama proses penghentian aliran berlangsung.
Pelanggan yang memerlukan informasi maupun ingin menyampaikan pengaduan dapat menghubungi Call Center 1500030, layanan WhatsApp 0811-666-9123, atau mengirim pesan melalui akun Instagram resmi Perumda Air Minum Kota Padang.
Perumda berharap pengurasan reservoar dapat membantu meningkatkan kualitas distribusi air kepada pelanggan sembari menunggu penyelesaian rehabilitasi IPA Gunung Pangilun pada akhir tahun ini.(*)
Editor : Hendra Efison