
Penulis : Shofwan Karim - Pengamat, Penulis Esai dan Dosen Pascasarjana UM Sumbar
PENGUKUHAN Guru Besar (GB/Prof) di Univesitas Andalas (Unand) 27 Juni lalu memberi getaran pikiran patut diambil perhatian. Unand Adalah Perguruan Tinggi Negeri (PTN) yang mumpuni. Universitas Andalas (UNAND) kini memiliki 230 orang GB tetap.
Unand memiliki Tenaga Akademik Dosen 2.600 orang. Mereka maha terpelajar, sangat terpelajar dan terpelajar dalam membimbing proses pembelajaran, penelitian dan pengabdian masyarakar bagi sekitar lebih dari 33.500 orang mahasiswa.
Universitas Andalas (Unand) memiliki 15 fakultas dengan total lebih dari 120 program studi. pada berbagai jenjang pendidikan, mulai dari Diploma (D3), Sarjana (S1), Profesi, Magister (S2), hingga Doktor (S3). Khusus untuk jenjang Sarjana (S1) saja, Unand menawarkan lebih dari 44 pilihan program studi.
Universitas Andalas (Unand) tercatat pada peringkat ke-16 secara nasional dan berada di kelompok 1401+ dunia menurut QS World University Rankings tahun 2026. Pemeringkatan ini mencerminkan posisinya sebagai salah satu institusi pendidikan tinggi terkemuka di Indonesia.
Tanggung Jawab Sosial GB
Pengukuhan beberapa Profesor Guru Besar (GB) Unand yang paling baru tadi adalah: Prof. Dr. Silvia Rosa, M.Hum. Prof.Dr.Helmizar,SKM,M.Biomed. Prof. Dr. Ike Revita, SS, M.Hum. Prof. Dr. dr. Rima Semiarty, MARS, FISPH, FISCM, Sp.KKLP, Subsp.COPC. Prof.Dr.Azrimaidaliza,SKM,MKM. Prof. Masyhuri Hamidi, SE, M.Si., Ph.D., CFP., CRP., QWP, dan Prof. Ir. Mas Mera, MT, Ph.D.
Salah seorang di antaranya Rima Semiarty. Kalau tak salah sewaktu remaja dan mahasiswa dulu dikenal sebagai Rima S Kamardi. Putri Prof. Dr. Kamardi Thalut itu dulu aktif dalam berbagai kegiatan dan juga dikenal sebagai penyanyi. Waktu SMA ia pernah mengikuti pertukaran siswa program AFS satu tahun di Amerika.
Kali ini Prof. Rima mengajukan judul Orasi: “Kenapa Berobat ke Luar Negeri? Peningkatan Mutu Administrasi Layanan Kesehatan untuk Kepuasan Masyarakat.”
Narasi ini boleh disebut disamping bersifat akademik, juga sebagai tanggungjawab sosial GB. Ia menekankan pendekatan strategis administrasi playanan kesehatan yang mencakup 5 poin utama untuk menekan tren berobat ke luar negeri.
Kelimanya adalah: (1) Kecepatan pelayanan dengan memangkas waktu tunggu pasien; (2) kemudahan administrasi dengan menyederhanakan birokrasi rumah sakit; (3) komunikasi Tenaga Kesehatan dengan memperbaiki interaksi dan empati antara dokter/perawat dengan pasien; (4) pengalaman Pasien (Patient Experience) dengan memastikan kenyamanan menyeluruh dari awal masuk hingga pulang dan; (5) kepercayaan Publik (Public Trust) dengan membangun kembali reputasi rumah sakit dalam negeri agar berkeadilan dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




