Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Kebakaran Gunungpangilun Padang Diduga Dipicu Bakar Sampah, Satu Rumah dan Lahan Hangus

Randi Zulfahli • Rabu, 15 Juli 2026 | 19:55 WIB
Petugas Dinas Damkar Kota Padang memadamkan api yang membakar bagian belakang rumah dan lahan di Perumahan Cluster Menara Village, Gunungpangilun, Padang, Rabu (15/7/2026). (ilustrasi AI)
Petugas Dinas Damkar Kota Padang memadamkan api yang membakar bagian belakang rumah dan lahan di Perumahan Cluster Menara Village, Gunungpangilun, Padang, Rabu (15/7/2026). (ilustrasi AI)

PADEK.JAWAPOS.COM – Kebakaran yang diduga dipicu aktivitas membakar sampah menghanguskan satu unit rumah dan lahan di Perumahan Cluster Menara Village Blok C Nomor 7, Kelurahan Gunungpangilun, Kecamatan Padang Utara, Kota Padang, Rabu (15/7/2026) sore. Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam peristiwa tersebut.

Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Padang bergerak cepat setelah menerima laporan pada pukul 17.18 WIB. Satu menit kemudian, armada pemadam langsung diberangkatkan menuju lokasi.

Kepala Bidang Operasi dan Sarana Prasarana Dinas Damkar Kota Padang, Rinaldi, mengatakan petugas tiba di lokasi pukul 17.25 WIB setelah menempuh jarak sekitar 3,6 kilometer dari markas. Api berhasil dipadamkan sepenuhnya pada pukul 17.54 WIB.

"Laporan kami terima pukul 17.18 WIB, dan satu menit kemudian, tepatnya pukul 17.19 WIB, unit kami sudah berangkat menuju lokasi kejadian," ujar Rinaldi, Rabu malam.

Menurut Rinaldi, kebakaran bermula ketika sekelompok warga membakar sampah di area belakang perumahan. Api kemudian merembet ke lahan sekitar hingga menjalar ke bagian belakang rumah warga.

"Penyebab kebakaran ini murni kelalaian manusia atau human error, yakni aktivitas membakar sampah yang kemudian menjalar ke rumah warga," katanya.

Damkar Kerahkan Tiga Armada dan 50 Personel

Untuk mengendalikan api, Dinas Damkar Kota Padang mengerahkan tiga unit armada dan 50 personel gabungan dari Peleton C. Jumlah personel yang cukup besar diterjunkan karena lokasi kebakaran berada di kawasan padat penduduk dengan akses jalan relatif sempit.

"Kami kerahkan tiga armada dan 50 personel karena situasi di lokasi cukup ramai warga dan akses jalannya kecil, sehingga penanganan harus dilakukan secara cepat dan hati-hati agar api tidak meluas ke bangunan lain di sekitarnya," jelas Rinaldi.

Kebakaran menghanguskan lahan serta bagian plafon belakang satu unit rumah dengan luas area terdampak sekitar 500 meter persegi. Rumah tersebut dihuni empat orang anggota keluarga.

Meski bangunan mengalami kerusakan, seluruh penghuni berhasil selamat. Tidak ada warga yang harus dievakuasi maupun mengungsi akibat kejadian tersebut.

Kerugian Ditaksir Rp20 Juta

Dinas Damkar memperkirakan kerugian material akibat kebakaran mencapai sekitar Rp20 juta. Sementara itu, kecepatan penanganan petugas berhasil mencegah api menjalar ke sekitar 10 bangunan lain yang berada di sekitar lokasi.

Apabila kebakaran tidak segera dikendalikan, area terdampak diperkirakan dapat meluas hingga sekitar 3.000 meter persegi. Nilai aset yang berhasil diselamatkan ditaksir mencapai sekitar Rp50 miliar.

Rumah yang terdampak diketahui milik Andika Putra Ramadhan (21), seorang wiraswasta. Sementara saksi yang pertama kali mengetahui kejadian adalah Ade Suci Indra Putra (30), seorang karyawan.

Peristiwa ini menjadi pengingat penting bagi masyarakat agar tidak membakar sampah di lingkungan permukiman. Aktivitas tersebut berpotensi memicu kebakaran, terutama saat api tidak diawasi hingga merembet ke lahan maupun bangunan di sekitarnya.(*)

Editor : Hendra Efison
kebakaran Gunungpangilun Padang Damkar Kota Padang rumah terbakar Padang Kebakaran Padang bakar sampah