Pelatihan BPDP-BBPMKP Dorong Pekebun Sumbar Perkuat Kelompok dan Kemitraan Usaha

Adetio Purtama • Dipublikasikan Jumat, 18 September 2026 | 09:09 WIB
BBPMKP dan BPDP menggelar Pelatihan Penumbuhan Kebersamaan Pekebun bagi 30 pekebun Pasaman Barat di Padang untuk meningkatkan kompetensi dan kapasitas SDM perkebunan. (DOKUMENTASI PRIBADI)
BBPMKP dan BPDP menggelar Pelatihan Penumbuhan Kebersamaan Pekebun bagi 30 pekebun Pasaman Barat di Padang untuk meningkatkan kompetensi dan kapasitas SDM perkebunan. (DOKUMENTASI PRIBADI)
PADEK.JAWAPOS.COM--Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) bekerja sama dengan Balai Besar Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan Pertanian (BBPMKP) Kementerian Pertanian (Kementan) menyelenggarakan Pelatihan Penumbuhan Kebersamaan Pekebun Angkatan I.

Program Pengembangan Sumber Daya Manusia Perkebunan (SDMP) tersebut digelar pada 17 hingga 22 September 2026 di Axana Hotel, Padang.

Sebanyak 30 pekebun dari Kabupaten Pasaman Barat (Pasbar) mengikuti pelatihan, terdiri atas 20 peserta laki-laki dan 10 peserta perempuan.

Baca Juga: Eco-Theo Rescue Berbasis ABS-SBK, UNP Perkuat Literasi Lingkungan Masyarakat Nagari Tiku

Dalam sambutannya, Kepala BBPMKP yang diwakili Kepala Bagian Umum BBPMKP, Ridwan Santosa, mengatakan pelatihan tersebut merupakan bentuk sinergi antara BPDP dan BBPMKP dalam meningkatkan kompetensi serta kapabilitas sumber daya manusia perkebunan.

"Pada tahun 2026 merupakan tahun kelima BPDP mempercayakan kembali peningkatan kompetensi dan kapabilitas SDM perkebunan kepada BBPMKP," kata Ridwan.

Menurutnya, pelatihan Penumbuhan Kebersamaan Pekebun memiliki sejumlah tujuan, antara lain meningkatkan kesadaran peserta mengenai pentingnya kebersamaan dalam kelompok, meningkatkan kemampuan mengaktifkan kelompok, serta meningkatkan kesadaran mengenai pentingnya kemitraan dalam pengelolaan usaha.

Baca Juga: Semen Padang Dorong Kolaborasi Pengembangan Maggot di Padayo

Selain itu, pelatihan diarahkan untuk meningkatkan kemampuan peserta dalam membangun jejaring kerja sama.

Ridwan menjelaskan, materi pelatihan disusun berdasarkan keputusan Direktur Jenderal terkait dan mencakup sejumlah materi utama.

Di antaranya peningkatan kesadaran kelompok, kemitraan usaha pekebun, pengelolaan kelompok, membangun jejaring, dinamika kelompok, penguatan penumbuhan kebersamaan pekebun, serta overview dan integrasi.

Baca Juga: Pengadaan Lahan Tuntas, Fly Over Sitinjau Lauik Ditargetkan Rampung Mei 2028

Dalam pelaksanaannya, peserta mendapatkan pendampingan dari praktisi dan fasilitator yang kompeten di bidangnya. Mereka berasal dari Dinas Perkebunan, Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Sumbar, Dinas Perkebunan dan Peternakan Kabupaten Pasaman Barat, serta BBPMKP.

Proses pembelajaran menggunakan pendekatan pendidikan orang dewasa atau andragogi. Metode yang digunakan meliputi ceramah, diskusi, simulasi, permainan, dan praktik.

Ridwan menyampaikan, peserta yang mengikuti pelatihan secara lengkap, menyelesaikan pre-test dan post-test, mengisi evaluasi penyelenggaraan serta evaluasi fasilitator, dan menyusun rencana tindak lanjut akan memperoleh sertifikat yang ditandatangani Kepala BBPMKP.

Baca Juga: Lomba Hafidz Pariaman Digelar 25–27 September, Pemko Minta Seluruh Desa dan Kelurahan Kirim Utusan

Ia juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada BPDP atas kepercayaan yang kembali diberikan kepada BBPMKP sebagai penyelenggara pelatihan.

"Tahun 2026 merupakan tahun kelima pelaksanaan Program Pengembangan SDM Perkebunan yang telah memberikan manfaat bagi peningkatan kapasitas pekebun di Indonesia," ujarnya.

Apresiasi juga disampaikan kepada Dinas Perkebunan, Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Sumbar serta Dinas Perkebunan dan Peternakan Kabupaten Pasbar beserta jajaran yang telah mendukung proses seleksi dan pengiriman peserta.

Baca Juga: Marlou Geraedts Lihat Langsung Indarung I, Pabrik yang Terhubung dengan Sejarah Leluhurnya

Ridwan mengatakan sektor perkebunan merupakan salah satu bagian penting dalam pembangunan pertanian Indonesia. Selain menjadi sumber penghidupan masyarakat, sektor tersebut juga berperan dalam pertumbuhan ekonomi, penyediaan lapangan kerja, peningkatan devisa, dan pengembangan wilayah.

Sejumlah komoditas perkebunan seperti kelapa sawit, karet, kopi, kakao, kelapa, teh, tebu, lada, dan komoditas lainnya memiliki peran strategis dalam perekonomian.

Namun, pembangunan perkebunan menghadapi berbagai tantangan, mulai dari perubahan iklim, dinamika pasar global, perkembangan teknologi hingga persaingan usaha. Kondisi tersebut menuntut sumber daya manusia perkebunan untuk terus meningkatkan kapasitas dan kompetensinya.

Baca Juga: Semen Padang Siapkan Sentra Maggot di Padayo, Bidik Ekonomi Sirkular

Karena itu, peningkatan kualitas sumber daya manusia dinilai menjadi bagian penting dalam pembangunan perkebunan, selain dukungan terhadap sarana dan prasarana.

Melalui kerja sama BPDP dan BBPMKP, pelatihan tersebut diharapkan dapat meningkatkan kapasitas peserta sekaligus memperkuat kelembagaan pekebun agar semakin profesional, mandiri, adaptif, dan mampu menghadapi tantangan pembangunan perkebunan.

Sementara itu, Kabid Perkebunan Tanaman Tahunan dan Penyegar Dinas Perkebunan, Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Sumbar, Herri Myzani mengucapkan terima kasih dan penghargaan kepada BBPMKP serta BPDP yang telah memberikan perhatian dan memfasilitasi kegiatan peningkatan kapasitas bagi pekebun, keluarga pekebun dan SDM perkelapa-sawitan di Sumbar.

Baca Juga: Satlantas Polres Tanahdatar Luruskan Waktu dan Kronologi Tabrakan Viral di Parak Juar

Ia menambahkan, kelapa sawit merupakan salah satu komoditas strategis perkebunan yang memiliki arti penting bagi kehidupan masyarakat dan perekonomian Sumbar.

"Di balik setiap hektare kebun kelapa sawit terdapat keluarga pekebun yang menggantungkan kehidupan dan masa depan keluarganya pada komoditas ini. Ketika kita berbicara mengenai pembangunan kelapa sawit, kita sesungguhnya sedang berbicara mengenai peningkatan kesejahteraan pekebun," katanya.

Kehadiran BBPMKP dan BPDP dalam mendukung pembangunan perkelapa-sawitan memiliki arti penting, khususnya dalam mendorong berbagai program yang berkaitan dengan pengembangan sumber daya manusia dan peningkatan kapasitas pelaku usaha perkebunan.

Baca Juga: AJP 2026 Perkuat Mekanisme Penjurian, Peserta Bisa Kirim Maksimal 3 Karya

"Kami berharap kegiatan ini tidak berhenti pada ruang pelatihan ini saja. Setelah kembali ke daerah masing-masing, bawa pulang ilmu, pengalaman dan semangat kebersamaan yang diperoleh dari kegiatan ini," pungkasnya. (*)

Editor : Adetio Purtama
BBPMKP pekebun sawit BPDP sumbar