PADEK.JAWAPOS.COM— Sebanyak 10 kepala keluarga (KK) atau 44 jiwa terdampak kebakaran yang menghanguskan tiga rumah toko (ruko) dan dua rumah warga di Kelurahan Koto Lua, Kecamatan Pauh, Kota Padang, Senin (12/10/2026). Sebagian warga mengungsi, sementara Kelompok Siaga Bencana (KSB) Kecamatan Pauh membuka dapur umum untuk membantu memenuhi kebutuhan konsumsi mereka.
Kebakaran tersebut menyebabkan sejumlah warga kehilangan tempat tinggal dan harta benda. Sebagian warga kini menempati tenda pengungsian yang disediakan Kementerian Sosial dengan dukungan masyarakat sekitar.
Koordinator Lapangan KSB Pauh, Syufrizal, mengatakan kebakaran itu berdampak pada rumah dan tempat usaha warga.
“Dampak dari kebakaran ini telah menghanguskan tiga ruko dan dua rumah warga. Selain itu, sebanyak 10 kepala keluarga dengan total 44 jiwa terdampak akibat bencana kebakaran,” jelas Syufrizal, Kamis (15/10/2026).
KSB Pauh Buka Dapur Umum
Untuk membantu memenuhi kebutuhan konsumsi warga selama penanganan pascabencana, KSB Kecamatan Pauh membuka dapur umum. Langkah ini menjadi salah satu upaya membantu masyarakat yang belum dapat kembali menjalankan aktivitas seperti biasa.
Syufrizal mengatakan dukungan berbagai pihak masih dibutuhkan agar warga dapat melewati masa sulit setelah kebakaran. Bantuan bahan pangan dan kebutuhan lainnya diharapkan dapat mengurangi beban masyarakat selama masa tanggap darurat.
Dukungan bagi warga terdampak juga datang dari PT Semen Padang melalui Unit Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL). Perusahaan tersebut menyalurkan bantuan berupa 10 karung beras, 10 dus mi instan, 10 papan telur, dan 10 bungkus minyak goreng.
Staf TJSL PT Semen Padang, Nurwan, mengatakan bantuan tersebut merupakan bagian dari penanganan tanggap darurat bencana. Bantuan diserahkan melalui KSB Kecamatan Pauh agar dapat diteruskan kepada warga yang membutuhkan.
Warga Berharap Kondisi Segera Pulih
Syufrizal menyampaikan terima kasih atas bantuan yang diberikan kepada masyarakat terdampak kebakaran.
“Kami dari KSB dan perwakilan warga mengucapkan terima kasih kepada Semen Padang atas bantuan yang diberikan. Semoga bantuan ini bermanfaat bagi masyarakat yang terdampak dan kondisi warga bisa segera kembali normal,” ujarnya.
Bagi warga yang kehilangan tempat tinggal, pemulihan membutuhkan waktu dan dukungan berkelanjutan. Selain memenuhi kebutuhan dasar selama mengungsi, mereka juga harus menata kembali kehidupan setelah kebakaran.
Koordinasi antara kelompok siaga bencana, pemerintah, perusahaan, dan masyarakat diharapkan membantu penanganan warga terdampak selama masa tanggap darurat hingga proses pemulihan berlangsung. (*)
Editor : Hendra Efison