Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Recovery Ekonomi dan Wisata, Disporapar Padangpanjang Siapkan Program

Hendra Efison • Rabu, 2 Februari 2022 | 13:48 WIB
Photo
Photo
Me-recovery pertumbuhan ekonomi dalam bidang pariwisata akibat pandemi Covid-19, tahun 2022 ini Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Padangpanjang fokuskan adakan event pariwisata dan penataan serta pengembangan Destinasi Wisata Unggulan (DWU).

Kepala Bidang Pariwisata Disporapar, Reynold Oktavian, ST MTI, Rabu (2/2) mengatakan, pihaknya sudah menyiapkan kegiatan prioritas guna me-recovery pertumbuhan ekonomi dan juga mempromosikan wisata kebudayaan Kota Padangpanjang.

“Tahun ini, Disporapar akan menyelenggarakan Festival Serambi Mekkah ke-14. Dalam kegiatan ini akan diisi dengan tiga event besar sekaligus, seperti Padangpanjang Art Fest II, Panggung Publik Sumatera (PPS) ke-6 dan Temu Penyair III,” tuturnya.

Penyelenggaraan Festival Serambi Mekkah ini, sebut Reynold, ditargetkan akan digelar pada pertengahan tahun ini. Namun dalam waktu dekat, Disporapar juga akan mengadakan kegiatan musik berkala dengan konsep menampilkan pagelaran seni kreatif yang dipadukan dengan kegiatan Murotal Qur’an.

Reynold mengatakan, pemaduan pagelaran seni kreatif ini bertujuan selain mempromosikan kesenian budaya, juga bagaimana mencerminkan Kota Serambi Mekkah. Kegiatan ini akan digelar di kawasan Pasar Pusat setiap malam minggu.

Tidak hanya itu saja, di tahun 2022 Disporapar juga tetap melakukan enam pelatihan yang bersumber dari dana alokasi khusus (DAK) yang merupakan apresiasi dari pusat karena pada tahun lalu Disporapar sukses menyelesaikan tujuh kegiatan DAK.

Selain fokus mengadakan event pariwisata, Disporapar juga tetap memfokuskan penataan dan pengembangan objek wisata yang menjadi Daya Tarik Wisata Unggulan (DTWU).
“Untuk objek wisata, pada tahun ini kita tetap mengoptimalkan pembinaan ke pokdarwis-pokdarwis dan desa wisata,” ucapnya.

Ia mengatakan, sesuai arahan wali kota, Disporpar juga akan memfokuskan pada penataan atau digitalisasi data, dokumentasi dan koleksi dari Pusat Dokumentasi dan Informasi Kebudayaan Minangkabau (PDIKM) yang saat ini juga menjadi DTWU Provinsi Sumatera Barat.

Untuk PDIKM, Disporapar juga akan berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan dalam hal pembetukan dan penetapan legalitas Museum Bustanul Arifin di PDIKM.

Di luar pengembangan dan penataan objek wisata, Disporapar juga akan melakukan upaya mempertahankan Sertifikat CHSE (Cleanliness, Health, Safety, and Environment Sustainability) baik dalam kategori Daya Tarik Wisata (DTW) maupun Pondok Wisata atau Homestay yang sudah didapat pada tahun lalu.

Reynold berharap, dengan mulai dilakukannya kegiatan serta dengan makin tertatanya objek-objek wisata yang ada di Padangpanjang, bisa meningkatkan kadar kebahagiaan dan kebiasaan normal dalam bermasyarakat. Sehingga Padangpanjang bisa menjadi daya tarik wisata bagi masyarakat banyak. “Ini juga merupakan harapan khusus wali kota selain pertumbuhan perekonomian akibat pandemi Covid-19 dalam urusan pariwisata,” tutupnya. (*) Editor : Hendra Efison
#Digitalisasi PDIKM #Festival Serambi Mekkah ke-14 #Padangpanjang #Disporapar Padangpanjang