Kepala Dinas Perumahan Pemukiman dan Lingkungan Hidup (Perkim LH), Alvi Sena saat dikonfirmasi pada 11 Juli lalu menjawab butuh waktu satu pekan untuk pengerjaan. Hal ini dari 3 yang dilaporkan hilang, 7 penutup terlihat sudah rusak.
Namun karena tidak kunjung dikerjakan, Alvi saat dikonfirmasi ulang kaget baru mengetahui pekerjaan itu belum selesai. Setelah mencari tahu, dirinya menyampaikan beberapa penutup beton yang sudah dicetak, ternyata tidak bisa dipasang.
"Penutup kita bikin dari beton supaya tidak hilang. Tapi yang sudah selesai, ternyata tidak bisa dipasang, dan warga meminta jangan pakai beton. Karena itu, saat ini sudah mulai pembuatan," ujarnya tanpa menjawab kapan selesai.
Salah seorang warga yang enggan disebut namanya, mengaku sangat miris melihat kondisi di lingkungan itu. Lambatnya penanganan dari dinas terkait, akses warga sangat terganggu dan membahayakan.
"Selain mengganggu aktivitas warga, juga membahayakan saat malam dan subuh untuk warga yang mau ke masjid," ungkapnya nada kesal.
Sementara Lurah Silaiang Bawah, Yohanes Alatumahu menjawab dirinya telah berkoordinasi dengan dinas terkait sejak menerima pengaduan tertulis dari pejabat RT setempat. Bahkan sampai ke pihak yang ditunjuk dinas untuk mengerjakannya.
"Baik secara lisan maupun resmi tertulis melalui Kasi Pemberdayaan Kelurahan, kita sudah sampaikan sejak dua bulan lalu. Bahkan kita juga sudah temui pihak yang ditunjuk dinas, saat itu jawabnya nanti diselesaikan setelah pekerjaannya saat itu selesai," jawab Yohanes melalui selularnya.
Disesalkan Yohanes, dinas semestinya bisa mencari pihak yang dapat mengerjakan lebih cepat. "Tapi kami pihak kelurahan, tentu tidak masuk ke ranah teknis dan kebijakan dinas terkait. Apalagi semuanya masih teman-teman kita," pungkasnya. (wrd)
Editor : Hendra Efison