Pj Wali kota Padangpanjang, Sonny Budaya Putra, menyebut perlu dilakukan evaluasi hasil kerja Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) setelah lebih dari dua tahun berjalan.
"Setelah lebih dari dua tahun, saatnya untuk mengevaluasi hasil kerja TPPS dari tingkat kota hingga kelurahan. Desember mendatang harus ada penurunan signifikan, dengan setidaknya dua kelurahan mencapai angka stunting nol," ucap Sonny.
Dikatakan Sonny, terdapat dua langkah penting yang perlu dilakukan yaitu preventif dan responsif. Guna mendorong pencapaian tersebut, kelurahan yang berhasil menurunkan angka stunting secara signifikan akan mendapatkan penghargaan dalam dua bulan ke depan.
Meskipun Padangpanjang telah mencapai peringkat kedua di Sumatera Barat, Sonny menekankan pentingnya untuk tidak berpuas diri dan berupaya maksimal demi mencapai angka stunting nol.
"Ini merupakan prioritas nasional yang harus dikejar di daerah. Terima kasih kepada semua pihak yang telah bekerja keras, kita berharap agar ke depannya pencapaian dapat lebih baik lagi," harap Sonny.
Sementara itu pada agenda rapat koordinasi TPPS beberapa waktu lalu, Ketua Tim Pelaporan Statistik dan TIK BKKBN Perwakilan Sumbar, Dedy Agustanto menyampaikan, Rakor ini bertujuan meningkatkan koordinasi terkait intervensi yang telah dan akan dilaksanakan.
"Salah satu fokus utama adalah mendampingi calon pengantin (catin) sebagai upaya pencegahan dari hulu. Penguatan pendampingan perlu sinergi semua pihak, agar target capaian dapat terwujud," tuturnya.
Dedy menekankan pentingnya evaluasi, terutama terkait aplikasi Sistem Informasi Manajemen Nikah (Simkah) untuk memantau persentase catin yang menerima tablet tambah darah.
"Hingga Oktober, capaian pendaftaran catin di SIGA-Elsimil Kota Padangpanjang mencapai 69,04 persen dari total pernikahan. Pendampingan ini diharapkan dapat meningkatkan komunikasi dengan TPPS di tingkat kelurahan," beber Dedy.
Demikian juga diungkapkan Kepala Dinas Sosial P2KBP3A, Osman Bin Nur menyebutkan, strategi pendampingan catin yang diterapkan Pemko Padangpanjang saat ini melibatkan dua aplikasi, yaitu Simkah dan Elsimil.
Melalui Rakor yang telah diselenggarakan beberapa hari lalu itu juga bertujuan mengevaluasi langkah-langkah yang telah diambil, dan memastikan data Simkah dan Elsimil sinkron serta terintegrasi dengan baik.
"Rakor tersebut diharapkan dapat mempercepat penurunan stunting, agar anak-anak tumbuh sehat dengan perhatian pada pola asuh, sanitasi, dan akses air bersih. Pada rakor itu, kita menghadirkan narasumber dari Bappeda, Kemenag, Dinas Kesehatan dan Dinas Sosial P2KBP3A," pungkas Osman. (wrd)
Editor : Hendra Efison