Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Padangpanjang Perpanjang Status Tanggap Darurat Hingga 13 Desember

Yuwardi Tanjung • Jumat, 12 Desember 2025 | 13:37 WIB
Hendri Arnis.(HUMAS PEMKO PADANGPANJANG)
Hendri Arnis.(HUMAS PEMKO PADANGPANJANG)
 
PADEK.JAWAPOS.COM-Menyikapi potensi sesuai prakiraan BMKG, Pemerintah Kota (Pemko) Padangpanjang menyatakan memperpanjang Status Tanggap Darurat Bencana hingga Sabtu (13/12) besok. 
 
Keputusan tersebut disampaikan WaliKota, Hendri Arnis melalui Zoom Meeting saat memimpin Rapat Evaluasi Pelaksanaan Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi di Posko Utama Tanggap Darurat di Markas Koramil 01/PP, Rabu (10/12). 
 
Walikota Hendri Arnis mengatakan, Perpanjangan tersebut ditetapkan setelah melalui pembahasan bersama Wakil Wali Kota, Allex Saputra, Sekdako Sonny Budaya Putra, Forkopimda dan Pertolongan Basarnas, Samsul Akmal, BMKG, serta berbagai unsur terkait lainnya.
 
Baca Juga: Bantuan untuk Padangpanjang Terus Mengalir hingga Hari ke-13 Pascabencana
 
Wako Hendri menjelaskan, keputusan memperpanjang masa tanggap darurat mempertimbangkan kondisi cuaca yang masih berpotensi hujan serta perlunya langkah antisipatif yang lebih cepat di lapangan.
 
Selain itu, sebanyak 33 orang masih dalam pencarian yang akan terus dimaksimalkan prosesnya di lapangan.
 
"Selama tiga hari ke depan, juga dimaksimalkan pendataan lanjutan terhadap kerusakan, serta menyusun langkah pemulihan secara lebih terarah," ucap Wako Hendri.
 
Baca Juga: PLN Kerahkan 1.476 Personel Pulihkan Sistem Kelistrikan Aceh, Perbaikan SUTT Langsa–Pangkalan Brandan Dikebut
 
Berdasarkan prakiraan BMKG Stasiun Meteorologi Kelas II Minangkabau, pada 11 Desember cuaca diperkirakan berawan hingga hujan ringan dari pagi hingga malam, sedangkan pada 12–15 Desember hujan ringan berpotensi turun pada siang hingga sore hari.
 
Sekdako Sonny Budaya Putra melaporkan, seluruh pengungsi telah dipindahkan ke tempat yang lebih aman dengan menempati Rusunawa, sejumlah unit kontrakan di Silaing Bawah, Koto Panjang, dan Koto Katik, serta tinggal di rumah kerabat. 
 
Pendataan korban menunjukkan 2 warga Padangpanjang meninggal dunia, 15 warga luar Padangpanjang juga turut menjadi korban, serta empat lainnya belum teridentifikasi. 
 
Baca Juga: Semen Padang Perkuat Pemulihan Pascabencana di Batu Busuk, Alat Berat Bekerja Dua Minggu Hampir Tanpa Henti
 
"Sedangkan terkait pengaduan orang hilang tercatat sebanyak 32 orang, terdiri dari 17 warga Padangpanjang dan 15 warga luar daerah," beber Sonny.
 
Disebutkannya selama masa tanggap darurat dari 27 November hingga 10 Desember, pendataan kerusakan menunjukkan 47 rumah mengalami rusak berat. Sebanyak 25 di antaranya hanyut, 16 rumah rusak sedang, dan 196 rumah rusak ringan. 
 
Kerusakan juga terjadi pada fasilitas pendidikan seperti delapan unit SD, dua unit SMP, dan empat unit TK, serta lahan pertanian seluas 16,17 hektare milik 28 kelompok tani. 
 
Baca Juga: Pessel Pastikan Destinasi Wisata Aman meski Dua Fasilitas Rusak Dihantam Bencana, Roli: Cek Cuaca Sebelum Libur Nataru 2025
 
Kemudian fasilitas umum dan sosial yang turut terdampak, meliputi jalan sepanjang 520 meter, DAM 38 meter, irigasi 470 meter, jembatan 42 meter, empat unit rumah ibadah, dan satu fasilitas kesehatan. 
 
"Sementara terkait bantuan dari berbagai pihak yang masih terus mengalir dan telah disalurkan kepada seluruh pengungsi yang menempati lokasi penampungan, uang tunai yang masuk hingga 10 Desember tercatat mencapai Rp 294.704.000," tutup Sonny. (wrd)
Editor : Novitri Selvia
#Pemko Padangpanjang #Hendri Arnis #status tanggap darurat bencana #BMKG Stasiun Meteorologi Kelas II Minangkabau