PADEK.JAWAPOS.COM– Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Padangpanjang bekerja sama dengan Komunitas Totok Punggung Indonesia (KTPI) Padangpanjang menggelar bakti sosial layanan totok punggung gratis di Kompleks Gedung M Syafei, Minggu (28/6/2026). Kegiatan yang menjadi bagian dari Bulan Mitigasi Satu Abad Gempa Padangpanjang itu diikuti sekitar 60 warga dari berbagai kalangan.
Ketua PWI Padangpanjang Suprianto mengatakan kegiatan tersebut mendapat sambutan positif dari masyarakat. Sebagian besar peserta merupakan ibu-ibu yang datang secara berkelompok untuk memanfaatkan layanan kesehatan gratis tersebut.
"Alhamdulillah, kegiatan berjalan lancar dan cukup diminati. Mayoritas pasien yang datang dari kalangan ibu-ibu dan datang secara berkelompok," ujar Suprianto yang akrab disapa Bento.
PWI Padangpanjang Gandeng KTPI Layani Warga
Suprianto menjelaskan kegiatan itu terlaksana berkat kolaborasi antara PWI Padangpanjang dan KTPI Padangpanjang. Menurutnya, sinergi tersebut menjadi bentuk kontribusi nyata dalam memeriahkan rangkaian Bulan Mitigasi Satu Abad Gempa Padangpanjang yang diperingati setiap 28 Juni.
Selain menghadirkan layanan kesehatan gratis, kegiatan itu juga menjadi ruang edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya menjaga kondisi fisik sebagai bagian dari upaya membangun ketangguhan menghadapi bencana.
Ketua KTPI Padangpanjang Firdaus mengapresiasi kolaborasi yang terjalin bersama PWI. Ia menilai bakti sosial tersebut tidak hanya memperkenalkan terapi totok punggung kepada masyarakat, tetapi juga memperkuat kesadaran bahwa kesehatan individu menjadi faktor penting dalam kesiapsiagaan bencana.
Dorong Setiap Rumah Miliki Terapis
Firdaus mengatakan KTPI memiliki target agar setiap rumah tangga memiliki setidaknya satu orang yang memahami teknik dasar terapi totok punggung. Menurutnya, keluarga yang sehat akan lebih siap menghadapi berbagai situasi darurat, termasuk ketika terjadi bencana.
"Karena itu target KTPI, setiap rumah satu terapis. Tujuannya agar setiap keluarga masyarakat di Padangpanjang bisa selalu sehat. Jika kesehatan baik, Insya Allah bisa lebih baik dalam kesiapsiagaan," katanya.
Sementara itu, salah seorang peserta bernama Nova mengaku senang dapat mengikuti layanan totok punggung secara gratis. Ia mengaku telah lama ingin mencoba terapi tersebut, namun selama ini harus mengeluarkan biaya sekitar Rp50 ribu setiap kali menjalani terapi di fasilitas kesehatan maupun tempat praktik terapis.
Menurut Nova, kegiatan sosial seperti ini sangat membantu masyarakat, terutama bagi mereka yang ingin mengenal terapi totok punggung tanpa harus mengeluarkan biaya. Ia berharap layanan serupa dapat kembali digelar sehingga semakin banyak warga yang merasakan manfaatnya.
Melalui kegiatan tersebut, PWI Padangpanjang dan KTPI berharap kolaborasi antara organisasi profesi dan komunitas kesehatan dapat terus berlanjut. Selain meningkatkan kepedulian terhadap kesehatan masyarakat, kegiatan itu juga diharapkan mendukung terbentuknya masyarakat yang lebih tangguh dan siap menghadapi potensi bencana di masa mendatang.(*)
Editor : Hendra Efison