Olahraga tradisional buru babi saat ini menunjukkan eksistensi seiring dengan semakin banyaknya peminat olahraga outdoor ini.
Tak tanggung-tanggung, acara ini digeber secara nasional karena akan hadir para penghobi buru dari berbagai provinsi. Seperti Jambi, Aceh, Riau termasuk tamu undangan dari Pulau Jawa.
Ketua Pokdarwis Kasang, Firman Kasmadi mengatakan, perhelatan ini berbeda dari yang sudah-sudah. “Jadi sekarang kita memformatnya bukan hanya sebagai ajang olahraga tradisional, tetapi juga sebagai ajang wisata,” sebutnya. Salah satu langkah untuk mencapai maksud tersebut adalah dengan mengawinkan ajang buru dengan kesenian. “Kita akan hadirkan pentas seni di malam sebelum acara buru dimulai,” sebutnya.
Firman mengatakan, peserta yang akan datang bukan hanya dari dalam Sumbar, tetapi juga dari Jakarta dan daerah lainnya.
“Jadi ini sudah pantas disebut sebagai alek buru nasional. Insya Allah, utusan-utusan daerah luar tersebut akan mulai berdatangan ke Kasang sejak tanggal 24 Desember ini,” katanya.
Nagari Kasang sendiri memiliki potensi wisata luar biasa. Selain pemandangan alam yang dihiasi bukit-bukit hijau, wisata olahraga outdoor seperti sepeda gunung juga sangat potensial disini. Belum lagi kekayaan seni budayanya.
Ketua Satuan Tenaga Konselor Pariwisata Sumbar (SANAK) Muhammad Fadhli mengatakan, kawasan Kasang sangat dekat dengan bandara. Ini merupakan potensi tersendiri.
“Secara geografis Kasang sudah menang. Potensi alamnya juga berlimpah. Seni budayanya sangat unik, dimana ada silek, tradisi layang-layang dan juga bahkan tari khas. Ini luar biasa,” sebutnya.
Fadhli berharap ajang seperti Buru Alek Wisata ini dapat menjadi agenda tahunan. “Kami mendengar dukungan dari ninik mamak sangat luar biasa terhadap iven ini. Dukungan seperti ini sangat penting untuk memotivasi para pemuda pegiat wisata agar terus berkarya,” sebutnya. (rel) Editor : Novitri Selvia