Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Tanggapan Masyarakat Soal Usulan Pemprov Alihkan Trase Tol Bukittinggi ke Tanahdatar

Aris Prima Gunawan • Selasa, 21 Januari 2025 | 11:15 WIB

RAMAI PEMINAT: Kendaraan yang melintasi Tol Padang-Sicincin saat masa uji coba beberapa waktu lalu. (RIO FOR PADEK)
RAMAI PEMINAT: Kendaraan yang melintasi Tol Padang-Sicincin saat masa uji coba beberapa waktu lalu. (RIO FOR PADEK)

PADEK.JAWAPOS.COM-Usulan pengalihan trase Tol Padang-Pekanbaru di Sumbar, sangat disayangkan sejumlah masyarakat.

Menurut mereka, apabila benar jalan bebas hambatan itu tak melewati Bukittinggi, pengelolanya berpotensi sangat merugi.

Tidak hanya itu, dengan menghindari Bukittinggi, keberadaan tol dinilai tidak maksimal dalam mendukung sektor ekonomi dan pariwisata di Sumbar.

“Bukittinggi itu ikoni dalam hal pariwisata dan perdagangan,” ujar Andriansyah, 38, salah seorang warga Batanganai, kemarin.

Jadi, menurutnya, Bukittinggi wajib dilalui oleh Tol Padang-Pekanbaru. Kalau tidak, kerugian bakal dialami kedua belah pihak. Baik pengelola jalan tol ataupun Pemprov Sumbar.

“Cita-cita kita ingin punya tol itu jelas. Yakni memajukan ekonomi dan pariwisata,” imbuhnya.

Apabila tol tidak melewati atau terhubung langsung dengan Kota Bukittinggi, ia yakin jalan itu benar-benar hanya untuk penghubung Sumbar-Riau nantinya. Sebab, sangat kecil daya tarik pengunjung luar daerah –khususnya Riau dan Kepulauan Riau (Kepri), untuk singgah.

“Atau, wisatawan dari Riau dan Kepri akan lebih memilih keluar dari tol saat di Payakumbuh, untuk menuju Bukittinggi. Kalau sisi ini yang terjadi, ya pengelola tol yang berkurang pendapatannya,” hematnya.

Hal tersebut dibenarkan oleh Rina Apriani, 29, salah seorang warga Lubuakaluang. “Kita yang orang Sumbar ini saja, banyak yang berwisata ke Bukittinggi. Apalagi dari daerah tetangga. Jadi, kalau Bukittinggi tidak diberi akses tol, ya rugi dong,” ucap sembari tersenyum.

Menurutnya, apabila memang tidak tol melintas di Kota Bukittinggi karena terkendala pembebasan lahan, pemerintah mesti tetap berupaya melibatkan kota bersejarah itu.

“Kalau memang nanti tol Padang-Pekanbaru ini lewat ke Tanahdata, mungkin solusinya dibuatkan sirip yang menghubungkan tol itu dengan bukittinggi,” sarannya.

Ia melihat, semacet apapun kondisi lalu lintas selama ini, Bukittinggi tetap menjadi destinasi favorit. Terlebih orang-orang yang berwisata bersama keluarga.

“Kalau dilihat libur tahun baru kemarin, padatnya minta ampun. Tidak sedikit saya lihat orang-orang dari Riau atau Kepri juga. Bayangkan kalau tol tersambung ke sana, pasti lebih ramai,” hematnya.

Usulan Trase Alternatif Tanahdatar

Sebenarnya, wacana pengalihan trase tol dari Bukittinggi ke Tanahdatar bukan isu. Namun, sesuai dengan penjelasan Kepala Dinas BMCKTR Sumbar, Era Sukma Munaf, baru-baru ini.

Katanya, Pemprov Sumbar mengusulkan trase alternatif untuk segmen Tol Sicincin-Payakumbuh-Pangkalan.

Alternatif tol tersebut diajukan pihaknya ke Direktorat Jenderal Pekerjaan Umum dan PT Hutama Karya (HK), guna menghindari jalur padat penduduk serta wilayah rawan seperti jalur gempa Patahan Semangka.

“Trase alternatif kemungkinan besar akan melalui Kabupaten Tanahdatar, menggantikan rencana awal yang melewati Bukittinggi,” ungkap Era Sukma Munaf.

Langkah ini, katanya bertujuan mempercepat pembangunan sekaligus meminimalisasi dampak sosial.

Bahkan, setelah diskusi intensif, usulan trase alternatif ini telah disetujui oleh kementerian.

Pemprov Sumbar kini terus berkoordinasi dengan pihak HK dan Pemkab Tanahdatar untuk menyelesaikan persiapan proyek sebelum tendernya direncanakan Februari 2025.

Hanya saja, tak berselang lama, Anggota DPR RI, Andre Rosiade menyatakan bahwa trase Tol Padang-Pekanbaru  tetap pada rencana awal. Artinya, melintas di Kota Bukittinggi.

“Saya ingin sampaikan bahwa hasil diskusi kita dengan Hutama Karya, kita tetap rencana awal,” kata Andre Rosiade saat meninjau proyek Fly Over Sitinjaulauik, pekan lalu.

Andre mengungkapkan, usulan pengalihan trase Tol Padang-Sicincin memang sempat mengemuka, karena kekhawatiran Pemprov Sumbar akan mengalami kendala pembebasan lahan. Dampaknya tentu dapat menggangu terlaksananya proyek tersebut nantinya.

“Jadi kita tegaskan menuju Kota Bukittinggi. Kita akan jalankan Sicincin ke Bukittinggi. Setelah Sicincin-Bukittinggi selesai, baru kita akan urus dari Bukittinggi menuju Payakumbuh dan Pangkalan,” tukasnya. (apg/jpg)

Editor : Novitri Selvia
#pemprov sumbar #tol padang-sicincin #tol padang-pekanbaru #PT Hutama Karya (HK)