Melalui program inovatif bertajuk Si Cadiak (Sistem Inovasi Cerdas Kelola Limbah), Pertamina membantu masyarakat setempat mengelola limbah pertanian dan peternakan, memproduksi pupuk organik, serta memberikan edukasi tentang pertanian berkelanjutan guna menjawab tantangan perubahan iklim.
AFT Manager Minangkabau, Budi Nugroho, menyatakan bahwa program ini berangkat dari kebutuhan masyarakat untuk perbaikan sosial dan ekonomi.
“Kami ingin memastikan program ini memberikan dampak langsung pada petani melalui pelatihan keterampilan. Kini, masyarakat mampu mengolah limbah menjadi pupuk organik yang bermanfaat, menjadikan pertanian lebih cerdas iklim dan berkelanjutan,” ujarnya saat mengunjungi Nagari Padang Toboh Ulakan, Senin (19/1).
Program ini sejalan dengan upaya tanggung jawab sosial dan lingkungan (CSR) Pertamina. Berkat inisiatif ini, terbentuk kelompok Usaha Kompos Sejahtera Bersama (UKASEMA) yang menjadi penggerak utama dalam pemberdayaan pertanian.
Kelompok ini menghasilkan pupuk organik bermerek BOKASHI (Bahan Organik Kaya Sumber Hayati) yang telah menemukan pasar di Sumatera Barat, dengan permintaan mencapai 2 ton. Pupuk tersebut digunakan oleh berbagai instansi pemerintah, BUMN, dan masyarakat lokal.
Wali Nagari Padang Toboh Ulakan, Bakhri, mengapresiasi dukungan Pertamina. “Berkat program ini, masyarakat kami lebih aktif, dan sektor pertanian kembali hidup. Pupuk organik yang dihasilkan bahkan telah dipasarkan dengan baik. Kami akan terus mendukung dengan membeli dan mempromosikan produk ini,” ujarnya.
Wahyu Hamdika, pelaksana program CSR di Padang Toboh, menjelaskan bahwa selain memproduksi pupuk organik, sekretariat UKASEMA juga menjadi pusat pembelajaran dan produksi bibit sayuran serta tanaman pangan keluarga.
“Ini adalah bukti nyata bahwa peningkatan kapasitas, infrastruktur, dan jejaring mitra dapat mendorong inovasi pertanian dari pengelolaan limbah,” katanya.
Ketua UKASEMA, Yulbahri, menyampaikan rasa terima kasih kepada Pertamina atas pendampingan dan edukasi yang diberikan. “Ilmu yang kami dapatkan sangat bermanfaat. Kami akan terus mengembangkan ide-ide inovatif demi kemajuan pertanian di Nagari Padang Toboh Ulakan,” ucapnya.
Program ini mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), terutama pada poin 1 (Tanpa Kemiskinan), 5 (Kesetaraan Gender), 7 (Energi Bersih dan Terjangkau), dan 13 (Penanganan Perubahan Iklim). Melalui Si Cadiak, Pertamina Patra Niaga menunjukkan komitmennya dalam membangun ekonomi masyarakat yang mandiri dan berkelanjutan. (*)
Editor : Hendra Efison