Tanaman kaliandra tersebut akan dipanen menjadi kayu biomassa yang diolah menjadi wood pellet, sumber Energi Baru Terbarukan (EBT) pengganti batubara.
Panen perdana dijadwalkan berlangsung September mendatang dengan melibatkan Pemerintah Kabupaten Padangpariaman, PT Semen Padang, dan masyarakat setempat.
Kepala Unit Komunikasi & Kesekretariatan PT Semen Padang, Ilham Akbar, menjelaskan bahwa penanaman kaliandra merupakan implementasi prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) perusahaan.
“Program ini tidak hanya menciptakan ekosistem hijau, tetapi juga memberikan peluang ekonomi baru bagi kelompok tani,” ujarnya, Jumat (15/8/2025) malam.
Ilham merinci manfaat kaliandra, antara lain kayunya dapat diolah menjadi wood pellet pengganti batubara, daunnya kaya protein untuk pakan ternak, bunganya menjadi sumber nektar lebah, sementara akarnya membantu memperbaiki struktur tanah serta mengurangi erosi.
“Masyarakat juga tidak perlu khawatir soal pemasaran. PT Semen Padang siap menjadi offtaker kayu kaliandra berapa pun jumlahnya,” jelas Ilham saat bertemu Bupati Padangpariaman, Jhon Kenedy Azis, di rumah dinasnya.
Selain membahas energi alternatif, Ilham juga memperkenalkan inovasi produk turunan semen bernama SEPABLOCK (Semen Padang Bata Interlock) yang dinilai efisien, kuat, ramah lingkungan, dan tahan gempa. Produk ini telah digunakan di sejumlah daerah, di antaranya Pasaman Barat, Arosuka, Payakumbuh, serta kawasan Bandara Internasional Minangkabau.
“Dengan SEPABLOCK, pembangunan rumah bisa hemat hingga 10 persen karena tidak memerlukan plester atau aci, serta lebih cepat selesai sekitar tiga minggu. Rumah yang dibangun juga lebih estetik, modern, dan sejuk,” katanya.
Kunjungan silaturahmi tersebut turut dihadiri Kepala Unit CSR PT Semen Padang Idris, Kepala Seksi TJSL CSR Edi Fahrizal, dan staf CSR lainnya. Pertemuan berlangsung hangat, membahas keberlanjutan energi alternatif dan pengembangan inovasi produk perusahaan.
Bupati Padangpariaman, Jhon Kenedy Azis, menyatakan dukungannya terhadap langkah-langkah inovasi PT Semen Padang.
“Kolaborasi pemerintah daerah dan perusahaan harus terus diperkuat, baik melalui program energi ramah lingkungan seperti kaliandra maupun inovasi produk yang efisien dan berdaya saing. Dengan kebersamaan, Padangpariaman dan Sumbar bisa menjadi daerah yang adaptif menghadapi tantangan energi dan pembangunan ke depan,” ungkapnya.
Program kaliandra ini sejalan dengan Asta Cita Presiden, khususnya misi penguatan ketahanan energi berbasis sumber daya terbarukan, serta mendukung program unggulan Gubernur Sumatera Barat dalam mendorong pertanian dan energi hijau bernilai ekonomi.
Melalui kolaborasi dengan masyarakat dan pemerintah daerah, PT Semen Padang tidak hanya berkontribusi pada pengurangan emisi karbon, tetapi juga membuka peluang usaha baru yang berkelanjutan bagi warga sekitar.(*)
Editor : Hendra Efison