Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Di Balik Diamnya Pemerintah, Warga Tanjung Swadaya Perbaiki Jalan Amblas

Putra Susanto • Kamis, 9 Oktober 2025 | 13:07 WIB
GORO: Warga Tanjung, Gasan Gadang, Padangpariaman, bahu-membahu memperbaiki jalan amblas di Dusun Tabek, Kamis (9/10).(PUTRA/PADEK)
GORO: Warga Tanjung, Gasan Gadang, Padangpariaman, bahu-membahu memperbaiki jalan amblas di Dusun Tabek, Kamis (9/10).(PUTRA/PADEK)

PADEK.JAWAPOS.COM-Puluhan warga Korong Tanjung, Nagari Gasan Gadang, Kecamatan Batang Gasan, Padang Pariaman, turun tangan memperbaiki jalan amblas di wilayah mereka, Kamis (9/10). Aksi swadaya itu hadir karena tak kunjung mendapat sentuhan perbaikan dari pemerintah daerah.

Ini merupakan kali kedua warga turun tangan memperbaiki jalan kabupaten yang rusak akibat terban oleh kikisan air anak sungai sejak Maret 2025 lalu itu. Masyarakat tak tinggal diam karena tak ingin akses mereka terputus.

Perbaikan swadaya yang dikomandoi Wali Korong Tanjung Rudi Artono bersama tokoh masyarakat dan ketua pemuda ini dilakukan dengan memasang karung-karung pasir dan memperlebar aliran air agar tidak kembali mengikis pondasi jalan, serta melakukan penimbunan dan pengecoran di titik amblas.

“Kami berusaha menjaga agar jalan ini tetap bisa dilalui, sambil menunggu perbaikan permanen dari pemerintah,” ujar Rudi Artono.

Titik jalan amblas tersebut berada di Dusun Tabek. Perbaikan mandiri ini dilakukan dengan dukungan biaya yang dihimpun dari sumbangan masyarakat dan perantau yang peduli untuk menjaga keberlanjutan jalur vital bagi sekitar 200 kepala keluarga itu.

Jalur ini berjarak sekitar 1,5 kilometer dari ruas jalan nasional Padang–Pasaman, tidak jauh dari kantor camat dan pemerintahan nagari. Jalan ini merupakan akses vital bagi warga untuk bekerja, sekolah, berobat, serta mengangkut hasil bumi setiap hari.

Kerusakan di lokasi itu sebenarnya bukan hal baru. Pada 2023 lalu, jembatan dan badan jalan di titik yang sama juga pernah rusak, kemudian diperbaiki melalui dana pokir anggota DPRD Padangpariaman.

Namun, perbaikan itu tak bertahan lama akibat curah hujan tinggi dan arus air yang terus mengikis pondasi jalan.

Kini, warga berharap langkah swadaya ini menjadi awal perhatian lebih serius dari pemerintah daerah. Sebab, selain menghambat mobilitas, kondisi jalan yang tergerus juga mengancam keselamatan pengguna.

“Gotong royong ini sifatnya sementara. Harapan kami, pemerintah bisa memberikan solusi yang lebih kuat dan tahan lama,” kata tokoh masyarakat setempat, Hasan Basri Wakil Rang Kayo Bandaro.

Aksi gotong royong ini menjadi potret nyata bahwa solidaritas masyarakat di Gasan Gadang masih terjaga kuat di tengah minimnya perhatian. Meski tanpa dukungan penuh pemerintah, warga tak kehilangan semangat menjaga fasilitas publik demi kepentingan bersama. (ptr)

Editor : Novitri Selvia
#DPRD Padangpariaman #Nagari Gasan Gadang #jalan rusak #jalan amblas