Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Banjir Rendam Kampung Koto Nagari Ulakan, 500 Warga Mengungsi Akibat Luapan Sungai Sandi

Randi Zulfahli • Minggu, 23 November 2025 | 15:21 WIB

Banjir merendam Kampung Koto Ulakan Tapakis akibat luapan Sungai Sandi. Sekitar 500 warga mengungsi, air belum surut hingga sore.
Banjir merendam Kampung Koto Ulakan Tapakis akibat luapan Sungai Sandi. Sekitar 500 warga mengungsi, air belum surut hingga sore.
PADEK.JAWAPOS.COM—Banjir merendam Kampung Koto, Nagari Ulakan, Kecamatan Ulakan Tapakis, Kabupaten Padangpariaman, pada Minggu (23/11/2025). Genangan air dilaporkan mulai terjadi sejak pukul 10.00 WIB dan hingga pukul 14.30 WIB belum surut.

Warga bernama Putra (35) melaporkan kondisi banjir tersebut saat melakukan siaran langsung melalui media sosial. Ia menyebut air semakin tinggi seiring hujan deras yang masih mengguyur wilayah tersebut.

“Air mulai masuk ke rumah-rumah sejak jam 10 tadi. Sampai sekarang belum surut dan hujan masih deras,” ujar Putra, Minggu siang.

Banjir disebut berasal dari meluapnya Sungai Sandi Ulakan (Batang Aia Sandi), salah satu aliran sungai kecil–menengah yang melintas di wilayah Nagari Ulakan.

Sungai ini berfungsi sebagai jalur utama pembuangan air hujan dari kawasan permukiman menuju hilir.

Sekitar 500 warga terdampak, dan sebagian besar telah mengungsi ke surau dan tempat yang lebih aman.

Ditanya apakah sudah ada bantuan yang datang, hingga Minggu sore, warga menyatakan belum ada bantuan langsung dari aparat pemerintah daerah di lokasi terdampak, baik bantuan logistik maupun penanganan darurat.

“Sampai sore ini belum ada bantuan dari pemda. Warga mengungsi sendiri ke tempat aman,” kata Putra.

Putra juga menyampaikan bahwa menurut warga setempat, banjir kerap terjadi karena alur sungai yang sempit dan dangkal. Ia menyebut pengerukan sungai sebelumnya baru dilakukan di area muara, namun belum menyentuh bagian hulu sungai.

“Menurut warga, seharusnya sungai dikeruk dan dilebarkan. Dulu sudah ada pengerukan, tapi baru di dekat muara, belum sampai ke arah hulu,” ujarnya.

Hingga berita ini diturunkan, hujan masih dilaporkan turun di kawasan Ulakan Tapakis dan warga tetap siaga terhadap kemungkinan kenaikan debit air. (CC1)

Editor : Hendra Efison
#Sungai Sandi Ulakan #banjir Ulakan #Nagari Ulakan #Kampung Koto Ulakan terendam