Kegiatan ini bertujuan untuk menangani pelebaran dan pendangkalan sungai akibat banjir berkepanjangan yang mengancam keberadaan Masjid Lubuk Bareh.
Abrasi sungai akibat banjir sejak November lalu diketahui mulai menggerus bagian depan masjid tertua di kawasan tersebut.
“Masjid Lubuk Bareh ini bukan sekadar tempat ibadah, tetapi juga saksi sejarah dan pusat kehidupan masyarakat. Kita tidak boleh membiarkannya rusak,” ujar Bupati JKA di sela kegiatan.
Pemkab mengerahkan dua unit alat berat ekskavator untuk mengalihkan aliran air. Pekerjaan normalisasi dan pelurusan alur sungai ini direncanakan berlangsung selama satu minggu dengan target sepanjang 500 meter.
Selain normalisasi, pemerintah akan memasang bronjong pengaman sepanjang 150 meter untuk memperkuat bantaran sungai di sekitar Masjid Lubuk Bareh.
Langkah teknis ini diambil guna menahan laju abrasi yang terus mengancam fondasi bangunan bersejarah tersebut.
Sebagai dukungan operasional, Bupati JKA menyerahkan bantuan dana tunai sebesar Rp15 juta untuk kelancaran kegiatan di lapangan.
Ia juga mengapresiasi kekompakan tokoh adat, pemuda, dan warga yang bahu-membahu dalam aksi tersebut. (*)
Editor : Hendra Efison