Dugaan sementara, api dipicu oleh korsleting listrik yang muncul dari bagian atap bangunan dan dengan cepat merambat ke seluruh bagian rumah.
Komandan Regu Wilayah I Dinas Satpol PP dan Pemadam Kebakaran Padangpariaman, Satria Buana Putra, menyampaikan laporan musibah tersebut diterima posko pada pukul 13.41 WIB.
Menanggapi laporan warga, tim pemadam bergerak dua menit kemudian dan tiba di lokasi pada pukul 13.55 WIB untuk segera melakukan upaya pemadaman.
Objek yang terbakar diketahui merupakan rumah milik Sukardi (43), yang sehari-hari bekerja sebagai buruh tani.
Saksi mata pertama kali melihat kepulan asap tebal keluar dari area loteng rumah korban sebelum api membesar dan menghanguskan bangunan.
Untuk mengendalikan api yang cepat merambat, Damkar Padangpariaman mengerahkan tiga unit armada ke lokasi kejadian.
Personel yang terlibat berasal dari Regu B Limpato dan Regu B Lubukalung, serta mendapat bantuan satu unit armada dan personel dari Damkar Kota Pariaman.
Kerja sama antarpetugas membuat api berhasil dikendalikan sepenuhnya pada pukul 14.23 WIB setelah dilakukan proses pemadaman dan pendinginan di seluruh bagian bangunan.
Meski struktur bangunan dan harta benda di dalamnya hangus terbakar, Satria memastikan tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam peristiwa tersebut.
Namun, kerugian material yang dialami pemilik rumah ditaksir mencapai kurang lebih Rp150 juta akibat rusaknya bangunan dan isi rumah yang tidak sempat diselamatkan.
Setelah api berhasil dipadamkan, tim gabungan melakukan proses pendinginan untuk memastikan tidak ada titik api tersisa yang berpotensi memicu kebakaran ulang.
Baca Juga: Daftar Susunan Pemain Semen Padang FC vs PSIM Yogyakarta, BRI Super League 4 Maret 2026
Hingga berita ini diturunkan, situasi di lokasi kejadian telah dinyatakan kondusif dan warga sekitar kembali beraktivitas seperti biasa.
Petugas mengimbau masyarakat untuk secara berkala memeriksa instalasi listrik di rumah masing-masing guna mencegah terjadinya korsleting yang dapat memicu kebakaran serupa.(*)
Editor : Hendra Efison