Setelah tamat SMA, Fauzi pergi merantau mengikuti saudaranya berjualan baju di Tangerang. “Saya melihat kawan sebaya banyak yang kuliah, namun karena keterbatasan saya memilih untuk merantau dan menolong saudara menjual baju di Tangerang,” ujar pria kembaran Fauza ini.
“Setelah dua tahun saya beranikan diri untuk berusaha sendiri. Awalnya menjual baju melalui online sampai kemudian kenal dengan supplier baju. Usaha saya mulai menampakkan hasil dan berusaha mengembangkan ke produk sepatu,” terangnya mengisahkan.
Fauzi merasa produk sepatu sneaker dan sepatu bola yang dijualnya lebih menguntungkan dan lebih efisien, ditambah lagi hobinya di dunia olah raga terutama sepak bola.
“Oleh sebab itu itu saya fokus ke produk sepatu, mulai dari sneaker hingga sepatu bola berbagai macam merk terutama sepatu premium,” ungkap putra pasangan Nurbaiti (60) dan Safria M (70) ini.
Hingga sekarang pria yang selalu meminta doa restu orang tua ini telah memiliki dua toko sendiri di Tangerang dengan brand PKPK (Putra Kembar Putra Kembar) Store.
Ia menceritakan awal berusaha sejak jam 4 subuh sudah bangun dan berangkat menggunakan kereta api menuju Jakarta untuk membeli barang dagangannya.
“Saya memanggul sendiri barang yang sudah dibeli tadi hingga ke stasiun kereta api untuk dijual di tokonya. Kemudian sampai di toko jam 3 sore, baru mulai menjualnya hingga larut malam. Ini saya lakoni sampai 2 tahun,” ungkapnya.
“Suatu hari saya dapat orderan sepatu bola, kemudian saya diminta mengirim ke Bali, rupanya ke markas sepak bola Bali United. Melihat hal tersebut saya putuskan untuk menggratiskan sepatu tersebut dengan syarat harus mengunggahnya ke medsos pemain bola itu. Singkat cerita si pemain bola tersebut mengunggah di akunnya instagramnya dan mulai saat itu penjualan sepatu saya mulai banyak,” terang pria dengan akun instagram @pkpkstore itu.
Dari peristiwa itu Ia sadar bahwa dengan memberi kepada orang lain maka kita akan mendapat balasan yang tidak diduga-duga.
“Sejak saat itu saya mulai banyak berbagi memberi sepatu kepada orang lain, klub bola seperti Persikopa dan Matrix FC di Tangerang. Setiap Hari Jumat PKPK Store berbagi kepada masyarakat sekitar toko. Dan setiap penjualan selama Bulan Ramadan saya akan sisihkan 5 ribu dari keuntungan sepatu dan menyerahkan kepada anak yatim atau membantu pembangunan masjid,” terangnya.
Fauzi setiap hari selalu meminta doa restu kepada orang tua agar senantiasa dimudahkan rezeki dan dilancarkan usahanya.
“Pernah suatu hari hingga sore saya belum mendapat pembeli, kemudia saya teringat bunda dan langsung meneleponya minta doa agar barang dagangannya laku. Setelah menelepon bunda, tidak lama datanglah pembeli. Sejak saat itu saya usahakan setiap hari menelepon orang tua,” ungkapnya. (*) Editor : Hendra Efison