Jalur Rempah telah menciptakan simpul-simpul ke Indonesian antar wilayah di Nusantara dan menempatkan Indonesia sebagai wilayah strategis dalam perdagangan dunia.
Perdagangan cengkeh, pala, dan lada menjadi wahana interaksi antar berbagai suku dan etnik di Indonesia. Perdagangan rempah-rempah membawa interaksi dan pertukaran nilai-nilai, penyebaran agama, persilangan budaya, kesenian, sastra, gastronomi, dan sebagainya. Dalam rangka merevitalisasi hubungan historis tersebut, Muhibah Budaya merupakan sebuah platform untuk mengembangkan dan memperkuat ketahanan budaya serta diplomasi budaya di dalam dan luar negeri, serta memaksimalkan pemanfaatan Cagar Budaya (CB) dan Warisan Budaya Takbenda (WBTb).
Untuk mengingat dan menghargai sejarah bangsa Indonesia, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi RI dengan surat nomor 4236/F.F5/KB.04.06/2021 tanggal 10 Mei 2021, kepada Gubernur Sumbar, Bupati/Walikota se-Sumbar serta Rektor Perguruan Tinggi Negeri/Swasta untuk rekrutmen peserta Pelayaran Muhibah Budaya jalur rempah.
Pelayaran Muhibah Budaya dan festival jalur rempah akan digelar pada 17 Agustus-28 Oktober 2021.
Sumatera Barat menjadi salah satu dari 13 titik rempah di Indonesia yang akan dilalui menggunakan Kapal Republik Indonesia (KRI) Dewaruci.
Peserta Pelayaran Muhibah Budaya jalur rempah itu merupakan putra-putri Indonesia berusia 17-24 tahun. Mereka akan menjadi perwakilan dari setiap provinsi dengan pendaftaran paling lambat 10 Juni 2021 pada link: https://bit.ly/juknismuhibah.
Atau untuk info selengkapnya, bisa menghubungi nomor kontak handphone di 0812.70.887.58 dan 0811.69.436.33.
Untuk memeriahkan dan mendapatkan kesempatan putra-putri Kota Pariaman sebagai yang terpilih nantinya, Wali Kota Pariaman Genius Umar, Senin (7/6/2021), mengajak mengikuti seleksi tersebut.
"Kita berharap dengan terbatasnya peserta mengikuti festival ini, yakni hanya 5 orang putra-putri terbaik yang nantinya akan mengharumkan nama Kota Pariaman dan Sumatera Barat," ujar Genius.
Namun, sambung Genius, yang tak kalah penting, hal ini mampu menjadi motivasi bagi diri pribadi untuk lebih menghargai nilai dan makna perjuangan dalam sejarah perdagangan rempah-rempah.
Aktivitas itu mampu membawa interaksi dan pertukaran nilai-nilai, penyebaran agama, persilangan budaya, kesenian dan keberagaman di negeri yang kita cintai.
Akun media sosial Instagram (@jalurrempahri), Youtube Jalur Rempah RI (Jalur Rempah RI) dan mengunggah setiap aktifitas muhibah budaya di media sosial dengan menandai (tag) @jalurrempahri dan tagar #jalurrempahkemendikbud #jalurrempahkemendikbudristek.(rel) Editor : padek