Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Temuan Makan Bergizi Gratis Hari Kedua: Ada Telur Tidak Layak, Datangnya Kelewat Siang

ZikriNiati ZN • Rabu, 8 Januari 2025 | 09:59 WIB

Ilustrasi MBG. (Padek)
Ilustrasi MBG. (Padek)

PADEK.JAWAPOS.COM-Makan bergizi gratis (MBG) yang mulai diimplementasikan pemerintah sejak Senin (6/1) lalu di Kota Pariaman dan Kabupaten Padangpariaman memunculkan sejumlah persoalan dan keluhan.

Ada siswa yang mendapati lauk dalam kondisi tidak layak. Selain itu porsi nasi yang sedikit dan kedatangannya yang dinilai terlalu siang.

“Anak saya sempat membawa pulang makanannya itu. Jadi, dia bilang kepada saya kalau telurnya tidak enak. Jadi, saya cobalah.
Ternyata telurnya tidak layak makan,” ujar wali murid SD yang menolak dituliskan namanya tersebut kepada Padang Ekspres, kemarin. Dia merupakan warga Kecamatan Sintuak Toboh Gadang.

Menurutnya, jika begitu yang terjadi pada makanan bergizi, malah akan berdampak buruk terhadap kesehatan anak. Untuk itu, ia meminta anaknya agar tidak memakan makanan yang dibagikan sekolah ke depannya.

“Alhamdulillah, anak saya tidak mengalami ganguan pencernaan (sakit perut). Jadi, sebagai langkah pencegahan saya, yaitu melarang anak saya memakan makanan apabila dibagikan lagi ke depannya,” ungkap wanita muda tersebut.

Ia pun mengatakan tak ingin memperpanjang masalah itu dengan protes ke sekolah. Sebab, menurutnya tidak akan ada solusi untuknya.

“Saya ini bukan ’orang besar’. Kalau protes malah kita nanti dijelek-jelekkan. Akhirnya, kita semakin sakit hati,” tukas wanita yang bekerja sebagai petani itu.

Keluhan juga disampaikan orang tua murid lainnya. Sebab, anaknya mendapatkan telur yang dimakannya sudah terasa basi. “Telur yang dimakan anak saya itu, telur rebus. Jadi memang terasa basinya. Kalau kemenakan saya ada yang dapat telur ceplok, katanya aman saja,” ungkapnya.

Menurutnya, program makanan bergizi itu bagus. Namun, apabila pelaksanaannya seperti sekarang ini, tentunya malah berisiko buruk bagi anak. Pasalnya, cukup banyak anak yang mendapatkan lauk seperti telur rebus yang busuk.

“Makanan ini kayaknya katering ya? Saya kira itu dipesan langsung oleh sekolah lewat kedai-kedai di sekitar wilayah sekolah. Kalau katering, tentu memang berisiko ada makanan yang basi. Sebab mereka harus buat dalam jumlah banyak, tidak tahu kapan dimasaknya,” hematnya.

Para orang tua murid itupun berharap, baiknya pemerintah menyerahkan pelaksanaan program makan bergizi gratis itu kepada pihak sekolah. Jadi, sekolah bisa saja memesan lewat kedai sekitarnya.

“Saya coba tanya sejumlah guru, katanya itu bukan pengadaan sekolah. Sekolah hanya menerima saja,” tukasnya.

Sejumlah kepala sekolah yang dicoba wawancarai oleh Padang Ekspres, enggan berkomentar terkait makanan bergizi gratis tersebut. Sebab, mereka tidak tahu apa-apa soal kualitas makanannya.

“Yang saya lihat makanannya baik-baik saja,” ujar seorang kepala sekolah SD yang menolak dituliskan namanya.

Disdikbud tak Dilibatkan

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Padangpariaman, Anwar, mengaku kaget dengan penyaluran makanan bergizi gratis di sekolah.

Sebab, selama ini pihaknya tidak pernah diundang untuk membahas pendistribusian program unggulan Presiden Prabowo Subianto itu.

“Saya memang dua hari belakang tidak masuk kantor karena sakit. Tapi, selama ini tidak ada pembahasan akan ada penyaluran ini di Padangpariaman. Pas hari pertama penyaluran saja saya dikabari oleh ibu asisten akan dilakukan penyaluran makanan itu di Kecamatan Sintuak Toboh Gadang,” ujarnya.

Untuk itu, secara data pihaknya juga tidak tahu berapa sekolah dan berapa porsi makanan bergizi tersebut yang disalurkan di Padangpariaman.

“Jadi bingung juga saya mau jelaskannya bagaimana, sebab memang ini tiba-tiba saja. Saya kaget pas baca berita ternyata daerah kita dapat,” tukas Anwar.

Enak tapi Sedikit

Sementara itu di Kota Pariaman, program MBG mendapat apresiasi sekaligus keluhan dari para murid.

Mereka menyebut menu pada hari kedua kemarin lebih enak. Namun demikian untuk siswa SMA mengeluh porsi nasi yang sedikit dan kedatangan nasi yang dinilai terlalu siang.

Zizi, siswi SMPN 2 Pariaman menyebut pada hari kedua, menu PMB lebih enak dibanding hari pertama. Dengan menu nasi putih, ayam goreng balado, sayur sawi campur mie, dan buah salak, dari segi rasa bumbunya lebih enak.

“Lebih enak hari ini, kemarin ayamnya tanpa sambal, hari ini menunya ayam goreng balado. Porsi nasinya juga sudah pas dan buahnya juga ganti, kemarin pisang, hari ini buah salak,” ujarnya saat diwawancarai Padang Ekspres, kemarin.

Zizi menyebut adanya PMB ini membuatnya sudah kenyang saat pulang sekolah, sehingga saat pulang sekolah tak lagi makan siang dirumah.

Dewi, 45, orang tua Zizi mengaku cukup terbantu dengan PMB ini, karna saat ini ia tak lagi repot mengantarkan makan siang untuk putrinya ke sekolah.

Apalagi dua orang putranya di SD bersekolah di SD yang juga mendapatkan MBG. Ia berharap agar kualitas dan cita rasa makanan tetap dipertahankan sehingga bermanfaat untuk tumbuh kembang anak.

Hal yang sama juga diungkapkan murid SDN Jalan Kereta Api, Faira. Ia juga suka dengan menu makan siang gratis yang disajikan, karena ada ayam goreng.

Nola, orang tua Faira menyebut cukup terbantu dengan program ini, karena saat pulang sekolah, kedua anaknya sudah kenyang dan terpenuhi gizinya.

Sebagai ibu bekerja Nola selama ini tetap mengupayakan asupan makanan terbaik untuk anaknya termasuk pulang sekolah. Jadi ia tak lagi sibuk harus menyiapkan makan siang untuk kedua anaknya.

“Nah cuma itu ya dilemanya, kan makan siang ini datangnya pukul 11.00 wib usai istirahat, jadi anak-anak sudah jajan dulu sebelum makan. Tapi kalau datangnya makanan pas jam istirahat, kasian juga pedagang di sekolah, nanti ngga ada lagi yang jajan,” ujarnya.

Bagaimana dengan siswa SMA, sejumlah siswa yang meminta identitasnya dirahasiaskan menyebut, untuk menu makan siang gratis di hari kedua sudah enak.

Hanya saja karena mungkin datangnya sudah pukul 14.00 WIB, rasa sayurnya sudah tidak enak. Tapi untuk lauknya enak dan menurut mereka porsi nasi juga terlalu sedikit untuk ukuran anak SMA.

“Kalau menurut saya dan teman-teman, kalau bisa datang makanannya sekitar pukul 12.00 lah jadi habis Shalat Zuhur kami bisa langsung makan. Ini datangnya sudah pukul 14.00 WIB, sudah sangat lapar dan porsi nasinya juga sedikit,” ujarnya.

Elita, salah satu orang tua siswa SMAN 1 Pariaman berharap agar untuk sayur dimasak pas jam sudah dekat dibagikan makanan sehingga rasa sayur masih enak.

Bagaimanapun sayur yang mengandung serat sangat dibutuhkan tubuh anak remaja. Tapi karena rasa sayur yang kurang enak, anaknya terpaksa membuang sayur tersebut.

Terima Saran dan Kritik

Sementara itu Fakhriati pemilik Yayasan Asmaul Kalidamang yang mendapat kepercayaan mengurus MBG di Kota Pariaman menyebut ia terus melakukan pembenahan dalam pengelolaan program ini.

“Saya menggandeng 10 orang chef dari hotel ternama di Sumbar untuk mengelola program ini dan membimbing langsung tenaga kerja yang merupakan warga lokal yang bekerja pada program ini. Saya berkomitmen memberikan yang terbaik. Saya terbuka menerima saran dan kritik agar lebih baik kedepannya,” ujarnya saat dihubungi Padang Ekspres, kemarin.

Yet, begitu ia akrab disapa, dalam menyajikan menu makanan dan menentukan porsi sesuai dengan tingkat sekolah. Ia juga menggandeng ahli gizi yang profesional di bidangnya.

Hanya saja evaluasi hari pertama, saat mereka mengira kelas 1 dan 2 SD belum bisa makan sambal, ternyata mereka salah. Kenyataannya banyak yang protes karena tak dilengkapi sambal.

Hal ini kemudian yang membuatnya menambahkan sambal ke dalam menu pada hari kedua untuk anak kelas 1 dan 2 SD.

“Ya begitulah, kami evaluasi tiap harinya, jika hari pertama ada 10 masalah yang kami hadapi. Alhamdulillah hari kedua, tersisa 4 masalah, mudah-mudahan hari ketiga, semua masalah teratasi,” ujarnya. (apg/nia)

Editor : Novitri Selvia
#Yayasan Asmaul Kalidamang #Pelaksanaan MBG #Disdikbud Padangpariaman #sumbar #Mbg #makan bergizi gratis sumbar #Makan Bergizi Gratis #pariaman