Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Mendesak, Selesaikan Pembangunan Mangkrak di Pariaman

ZikriNiati ZN • Kamis, 3 Juli 2025 | 13:45 WIB

KOMIT: Wali Kota Pariaman Yota Balad usai Sidang Paripurna HUT ke-23 Kota Pariaman, kemarin, di Ruang Sidang Utama DPRD Kota Pariaman.(PEMKO PARIAMAN UNTUK PADEK)
KOMIT: Wali Kota Pariaman Yota Balad usai Sidang Paripurna HUT ke-23 Kota Pariaman, kemarin, di Ruang Sidang Utama DPRD Kota Pariaman.(PEMKO PARIAMAN UNTUK PADEK)

PADEK.JAWAPOS.COM-Tokoh masyarakat Kota Pariaman, Mukhlis Rahman, mendesak pemerintah daerah segera menyelesaikan berbagai proyek pembangunan yang mangkrak di Kota Pariaman. Ia juga mengingatkan agar di era efisiensi anggaran saat ini, ekseku

tif dan legislatif menekan perjalanan dinas yang tidak jelas manfaatnya bagi masyarakat.

“Saya harap pembangunan yang terbengkalai di Kota Pariaman segera diselesaikan. Jangan dibiarkan seperti ini, dan jangan juga mempermasalahkan siapa yang memulainya. Ketika pembangunan itu dimulai, berarti sudah ada kesepakatan antara eksekutif dan legislatif, serta telah menggunakan anggaran negara,” ujar Mukhlis Rahman saat menyampaikan pandangannya dalam Sidang Paripurna HUT ke-23 Kota Pariaman, kemarin, di Ruang Sidang Utama DPRD Kota Pariaman.

Mantan Wakil Wali Kota Pariaman dua periode ini menyoroti sejumlah proyek yang mangkrak dan harus segera dirampungkan, seperti Masjid Terapung, Youth Center, Kapal Perang, dan GOR Pauh Pincalang.

Menurutnya, penyelesaian proyek-proyek tersebut akan mempercantik wajah Kota Pariaman dan meningkatkan daya tariknya.

Terkait Masjid Terapung, Mukhlis menyebut bahwa proyek ini telah menghabiskan dana miliaran rupiah pada tahap awal pembangunannya.

Bahkan, desain Masjid Terapung Pariaman yang menyerupai kapal sempat menginspirasi daerah lain, seperti Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel), yang kini telah berhasil menyelesaikan pembangunan masjid terapung mereka.

“Bayangkan, orang berbondong-bondong ke Pasir Pengaraian hanya untuk melihat masjid terapung. Artinya, masjid terapung bisa menjadi magnet wisata religi, sekaligus tempat ibadah warga. Sayangnya, Pariaman justru belum memilikinya,” ungkapnya.

Mukhlis juga menyoroti keberadaan kapal perang yang saat ini mengapung di laut Kota Pariaman. Kapal tersebut, kata dia, telah menghabiskan banyak anggaran, namun hingga kini belum dimanfaatkan secara maksimal.

“Jangan lihat siapa yang dulu membawanya. Sekarang, kepala daerah harus fokus: mau diapakan kapal itu, dan bagaimana pemanfaatannya untuk kepentingan daerah,” tegasnya.

Ia mengakui keterbatasan anggaran menjadi tantangan utama dalam pembangunan, namun hal tersebut tidak boleh menjadi alasan untuk mengabaikan skala prioritas. Ia meminta kepala daerah lebih bijak dalam mengelola anggaran.

“Kencangkan ikat pinggang, prioritaskan belanja untuk pembangunan. Kurangi perjalanan dinas yang belum jelas manfaatnya. Ini berlaku bukan hanya untuk eksekutif, tapi juga legislatif,” tandas Mukhlis.

Sementara itu, Wali Kota Pariaman Yota Balad menyatakan bahwa pada tahun 2025, pemerintah akan fokus pada penyelesaian program-program unggulan.

“Alhamdulillah, tahap awal program unggulan sudah hampir rampung. Kami menyebutnya telah berjalan 90 persen. Dalam waktu dekat, akan dilakukan penyerahan baju sekolah gratis untuk murid SD,” ujar Yota. (nia)

Editor : Novitri Selvia
#pembangunan mangkrak #Yota Balad #HUT ke 23 Kota Pariaman