Yota Balad menyebut program padat karya tersebut memberi dampak langsung bagi masyarakat, karena membuka kesempatan kerja dengan sistem upah harian sekaligus meningkatkan akses infrastruktur desa.
Pembangunan jalan dinilai strategis untuk mendukung aktivitas pertanian dan akses menuju sentra usaha Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), khususnya usaha ternak ayam buras dan ayam petelur yang dikelola masyarakat setempat.
Pemerintah Kota Pariaman juga merencanakan pengembangan kawasan tersebut sebagai potensi destinasi wisata lokal.
Ia menjelaskan bahwa di Provinsi Sumatera Barat, hanya sembilan kabupaten/kota yang mendapatkan bantuan program padat karya dari Kementerian Ketenagakerjaan RI. Kota Pariaman menjadi salah satu daerah penerima, dengan alokasi pembangunan di dua lokasi.
Setiap ruas jalan rabat beton di Desa Marabau dan Desa Pakasai dibangun dengan panjang 125 meter dan lebar 3 meter.
Yota Balad berharap program padat karya dapat membantu mengurangi angka pengangguran di daerah melalui penyediaan lapangan kerja sementara selama kurang lebih satu bulan, sehingga mampu menopang kebutuhan ekonomi keluarga masyarakat.
Sementara itu, Kepala Desa Pakasai, Syafrizal, menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Pariaman atas perhatian kepada desanya melalui bantuan pembangunan infrastruktur jalan tersebut.
Menurut Syafrizal, program padat karya memberikan dampak positif bagi warga, baik dari sisi peningkatan penghasilan maupun kemudahan akses menuju lahan pertanian serta aktivitas BUMDes pengelola ternak ayam petelur dan ayam buras.(*)
Editor : Hendra Efison