Peninjauan dilakukan bersama Ketua TP PKK Kota Pariaman, Ny Yosneli Balad, sekaligus menyerahkan bantuan berupa kasur kepada warga terdampak.
Yota Balad mengatakan, kegiatan tersebut bertujuan memastikan kondisi riil rumah warga yang akan masuk dalam program perbaikan rumah dan bedah rumah tidak layak huni (RTLH).
“Peninjauan ini kami lakukan untuk melihat langsung kondisi beberapa rumah warga yang direncanakan masuk program perbaikan rumah atau bedah rumah,” kata Yota Balad.
Ia menjelaskan, hasil peninjauan menunjukkan beberapa rumah mengalami kerusakan pada bagian atap dan dinding sehingga membutuhkan perbaikan segera.
Selain itu, terdapat satu rumah warga yang ditetapkan masuk program bedah rumah karena kondisinya dinilai tidak layak huni.
Yota Balad menegaskan, pelaksanaan program bedah rumah akan dilakukan sesuai ketentuan yang berlaku dengan pendanaan dari Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Pariaman.
“Program bedah rumah tidak layak huni ini dananya dikucurkan dari BAZNAS Kota Pariaman. Semoga bantuan ini dapat dimanfaatkan oleh penerima,” ujarnya.
Ia menambahkan, Pemerintah Kota Pariaman berkomitmen melanjutkan program bantuan sosial dan perbaikan rumah sebagai bagian dari upaya pengentasan kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.(*)
Editor : Hendra Efison