Hal ini akibat belum adanya kepastian keikutsertaan daerah pada ajang yang dijadwalkan berlangsung Juni–Juli 2026.
Sejumlah atlet potensial peraih medali menyatakan siap membela daerah lain demi tetap berkompetisi.
Mereka antara lain atlet teqball Sumbar sekaligus putri daerah Pariaman, Zikrha Dwi Putri—peraih medali perak SEA Games 2025—serta atlet sepatu roda Salsabila Ghina Fitri, Hana Fatihatul Aulia, Dafa Muhammad Alfauzen, dan Dimmy Nobel Alhamdi.
Kepastian itu disampaikan para atlet setelah Pemerintah Kota dan KONI Pariaman belum memberikan keputusan terkait keikutsertaan pada Porprov XVI.
Zikrha Dwi Putri menegaskan bahwa absennya Pariaman dari Porprov akan merugikan pembinaan atlet.
“Porprov bukan sekadar kompetisi daerah, tetapi ruang penting untuk menjaga jam terbang dan menunjukkan hasil pembinaan atlet,” ujarnya.
Ancaman eksodus juga menguat di cabang olahraga sepatu roda. Para atlet sepatu roda asal Pariaman disebut sudah mempertimbangkan membela daerah lain jika kota tersebut tidak ambil bagian.
Ketua Harian Perserosi Sumbar, Arfan Rosyda, membenarkan kondisi tersebut dan menyebut keresahan atlet telah berulang kali disampaikan kepada pengurus.
“Jika daerahnya tidak ikut Porprov, mereka akan memilih membela daerah lain. Ini murni demi karier atlet, bukan soal loyalitas,” kata Arfan, Sabtu (17/1/2026).
Ia menegaskan Porprov memiliki peran strategis dalam menjaga kontinuitas prestasi dan menjadi jembatan menuju kompetisi tingkat nasional.
Ketidakpastian daerah, menurutnya, justru menempatkan atlet dalam posisi paling dirugikan.
Hingga berita ini diturunkan, Pemerintah Kota Pariaman maupun KONI Kota Pariaman belum memberikan pernyataan resmi mengenai keikutsertaan pada Porprov XVI Sumatera Barat 2026.
KONI Sumbar selaku pelaksana Porprov menyatakan memberikan ruang bagi atlet ber-KTP Sumatera Barat untuk membela daerah lain jika daerah asal memutuskan tidak ikut.
“Selagi ber-KTP Sumatera Barat, silakan turun di Porprov. Jika daerahnya tidak ikut, boleh membela daerah lain. Kasihan atlet kehilangan kesempatan gara-gara pemerintahan daerah dan KONI-nya tidak respons,” ujar Ketua Umum KONI Sumbar, Hamdanus, saat pembukaan Tes Kemampuan Calon Atlet Binaan Pelatda Sumbar 2026 di Padang, Rabu (14/1/2026).(*)
Editor : Hendra Efison