Kegiatan malam bebas kendaraan bermotor tersebut menghadirkan hiburan sekaligus mendorong perputaran ekonomi pelaku UMKM dan pedagang kaki lima di sekitar lokasi acara.
Acara CFN ini sebelumnya juga pernah dilaksanakan pada 2025 di ruas jalan depan Kantor Balaikota Pariaman.
Namun kegiatan sempat tertunda pasca musibah banjir dan longsor akibat bencana hidrometeorologi pada akhir 2025 yang berdampak di sejumlah wilayah Kota Pariaman.
Wakil Wali Kota Pariaman, Mulyadi, yang hadir di lokasi menyampaikan apresiasi kepada masyarakat yang turut meramaikan kegiatan dan berbelanja di lapak UMKM.
Ia mengaku tidak menyangka antusiasme warga begitu tinggi dengan dukungan cuaca yang cukup bersahabat.
“Saya tidak menyangka malam ini ramainya luar biasa sekali dengan cuaca yang cukup mendukung, dan ini merupakan rahmat dari Allah SWT bahwasanya kita bisa berkumpul bersama, berhibur diri, sekaligus menghidupkan ekonomi kecil di Kota Pariaman ini,” ujar Mulyadi.
Ia menyebut kegiatan tersebut sebagai salah satu bentuk kontribusi pemerintah daerah untuk meramaikan kota sekaligus membantu meningkatkan ekonomi masyarakat kecil melalui aktivitas belanja langsung di lokasi acara.
Menurutnya, Pemerintah Kota Pariaman akan menjadikan CFN sebagai agenda rutin dengan evaluasi berkelanjutan melalui Disperindagkop dan UMKM serta Disparbud Kota Pariaman agar pelaksanaannya semakin maksimal dan berdampak lebih luas terhadap perputaran ekonomi.
“Sebagai pemimpin daerah, sudah menjadi kewajiban dari kami memberikan intervensi agar ada juga geliat ekonomi di tengah-tengah masyarakat,” katanya.
Acara semakin semarak dengan penampilan Band Pemko Pariaman, bintang tamu Rizzi KDI dan Puspa LIDA, serta atraksi kesenian dari MTSN 3 Pariaman yang memukau penonton.
Kehadiran unsur pemerintah daerah, mulai dari Ketua GOW Kota Pariaman, asisten, staf ahli, kepala OPD, kepala badan, kepala kantor, camat, hingga ASN di lingkungan Pemko Pariaman, turut menambah kemeriahan kegiatan.
Baca Juga: Ratusan Peziarah Padati TMP Kuranji Jelang Ramadhan 2026, Kunjungan Capai 700 Orang per Hari
Mila, salah seorang pelaku UMKM di Kota Pariaman, menyebut CFN berdampak langsung pada peningkatan pendapatan pelaku usaha kecil.
Ia berharap kegiatan tersebut terus dilaksanakan karena dinilai mampu mendukung program satu rumah satu industri rumah tangga agar pelaku UMKM semakin berkembang.
Hal senada disampaikan Miran, pedagang tahu bakso, yang mengaku omzetnya meningkat dibanding hari biasa.
Ia menilai CFN sangat berpengaruh terhadap ekonomi pedagang kecil dan berharap kegiatan tersebut menjadi agenda unggulan Pemerintah Kota Pariaman.(*)
Editor : Hendra Efison