Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

STIKes Piala Sakti Dampingi Pemulihan Psikososial Pascabencana

ZikriNiati ZN • Senin, 2 Maret 2026 | 17:15 WIB

STIKes Piala Sakti Pariaman jalankan program pendampingan psikososial bagi warga rentan pascabencana di Nagari Pasie Laweh, Padangpariaman.
STIKes Piala Sakti Pariaman jalankan program pendampingan psikososial bagi warga rentan pascabencana di Nagari Pasie Laweh, Padangpariaman.
PADEK.JAWAPOS.COM—STIKes Piala Sakti Pariaman menyerahkan mahasiswa peserta Program Mahasiswa Berdampak Pemulihan Pascabencana kepada Pemerintah Nagari Pasie Laweh, Kecamatan Lubuk Alung, Kabupaten Padangpariaman.

Penyerahan tersebut menandai dimulainya program pendampingan psikososial bagi masyarakat rentan pascabencana.

Kegiatan berlangsung di aula kantor Nagari Pasie Laweh dan dihadiri unsur pemerintah daerah, tenaga kesehatan, serta tokoh masyarakat setempat.

Program yang dijalankan mengusung tema “Pendampingan Psikososial untuk Menurunkan Stres dan Kecemasan pada Kelompok Rentan Pascabencana.” Kegiatan ini dikoordinasikan oleh Ketua Pelaksana Ns. Febria Syafyusari, M.Kep.

Pelaksanaannya melibatkan kerja sama antara pemerintah nagari, tenaga kesehatan, kader kesehatan, serta karang taruna setempat.

Kolaborasi Lintas Sektor

Acara serah terima mahasiswa dihadiri Kepala BPBD Padangpariaman Emri Nurman yang mewakili instansi kebencanaan. Dari unsur kecamatan hadir perwakilan Kecamatan Lubuk Alung, Irwansah.

Sektor kesehatan diwakili Yetti Latif dari Puskesmas Lubuk Alung. Turut hadir Wali Nagari Pasie Laweh Peri Adinur, Sekretaris Nagari Atriadi beserta perangkat nagari, kader Posyandu Rosi, serta Ketua Karang Taruna Aditya.

Kepala BPBD Padangpariaman mengapresiasi kontribusi mahasiswa yang tidak hanya membantu pemulihan fisik pascabencana, tetapi juga menyasar aspek psikologis masyarakat.

“Pendampingan psikososial seperti ini sangat dibutuhkan, terutama bagi kelompok rentan yang mengalami trauma, stres, dan kecemasan setelah bencana,” ujarnya.

Serah terima mahasiswa ditandai dengan penandatanganan berita acara antara Ketua STIKes Piala Sakti Pariaman H. Syahrul, SKM, M.Kes dan Wali Nagari Pasie Laweh Peri Adinur.

Skrining dan Edukasi Kesehatan Mental

Program pendampingan berlangsung selama hampir satu bulan, mulai 4 Februari hingga 1 Maret 2026.

Kegiatan diawali dengan skrining kondisi psikososial masyarakat melalui pengukuran tingkat stres dan kecemasan menggunakan instrumen sederhana yang terstandar.

Skrining dilakukan untuk memetakan kondisi psikologis kelompok rentan, seperti remaja, ibu hamil dan nifas, lansia, serta warga yang memiliki penyakit kronis.

Mahasiswa kemudian memberikan edukasi kesehatan jiwa melalui penyuluhan kelompok, pembagian poster dan booklet edukatif, serta penyediaan materi digital mengenai manajemen stres.

Materi yang diberikan meliputi pengenalan tanda dan gejala stres, teknik relaksasi napas dalam, relaksasi otot progresif, serta pentingnya dukungan sosial dalam proses pemulihan pascabencana.

Pelatihan Kader dan Evaluasi Program

Untuk mendukung keberlanjutan program, mahasiswa juga memberikan pelatihan pendampingan psikososial serta teknik koping adaptif kepada kader kesehatan dan anggota karang taruna.

Peserta pelatihan kemudian mendapatkan pendampingan melalui supervisi lapangan serta evaluasi berkala untuk memantau perubahan tingkat stres dan kecemasan masyarakat.

Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pemahaman masyarakat mengenai kesehatan mental serta perubahan positif pada tingkat stres dan kecemasan peserta yang aktif mengikuti kegiatan edukasi dan latihan relaksasi.

Dukungan Perangkat Program

Pada penutupan program pada 1 Maret 2026, STIKes Piala Sakti Pariaman juga menyerahkan perangkat pendukung kepada Pemerintah Nagari Pasie Laweh.

Perangkat tersebut berupa satu unit proyektor, dua unit tablet, serta panduan dan booklet pendampingan psikososial berbasis komunitas.

Wali Nagari Pasie Laweh, Peri Adinur, mengapresiasi kontribusi mahasiswa dalam membantu proses pemulihan masyarakat pascabencana.

“Program ini membantu masyarakat memahami cara mengelola stres dan kecemasan setelah bencana. Kami berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilanjutkan melalui kader kesehatan dan pemuda karang taruna,” ujarnya.(*)

Editor : Hendra Efison
#pemulihan mental korban bencana #STIKES Piala Sakti Pariaman #Nagari Pasie Laweh Padangpariaman #pendampingan psikososial pascabencana