Meski demikian, pemerintah provinsi tetap optimistis mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah hingga mencapai 7,2 persen pada tahun 2029 melalui berbagai proyek strategis dan penguatan sektor unggulan daerah.
Pernyataan tersebut disampaikan Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah saat rapat koordinasi Pemerintah Provinsi Sumbar bersama Pemerintah Kota Pariaman di Aula Balaikota Pariaman, Minggu (15/3/2026).
Rapat tersebut dihadiri jajaran organisasi perangkat daerah (OPD) provinsi dan kota untuk membahas strategi percepatan pertumbuhan ekonomi sekaligus memaksimalkan potensi investasi yang masuk ke Sumatera Barat.
Proyek Strategis Dorong Ekonomi Daerah
Mahyeldi menjelaskan bahwa sejumlah proyek strategis yang sedang berjalan diperkirakan akan memberikan dampak positif terhadap pergerakan ekonomi daerah.
Beberapa proyek tersebut antara lain pembangunan Flyover Sitinjau Lauik dengan nilai investasi sekitar Rp2,7 triliun.
Selain itu, pembangunan jalan tol di Sumatera Barat juga diperkirakan mencapai nilai investasi sekitar Rp25 triliun.
Menurut Mahyeldi, proyek-proyek tersebut diharapkan dapat mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus membuka peluang investasi yang lebih luas.
“Kita ingin potensi yang dimiliki kabupaten dan kota dapat dikolaborasikan dengan baik, mulai dari penguatan sektor pertanian, hilirisasi agroindustri hingga pengembangan pariwisata, sehingga memberikan hasil maksimal bagi pembangunan daerah,” ujar Mahyeldi.
Dorong Pemanfaatan Material Lokal
Pemerintah provinsi juga berupaya memastikan dampak ekonomi dari proyek-proyek strategis tersebut dapat dirasakan langsung oleh masyarakat daerah.
Salah satu langkah yang dilakukan adalah mendorong pemanfaatan material lokal dalam proses pembangunan.
Selain itu, perusahaan pelaksana proyek juga diharapkan membuka kantor perwakilan di Sumatera Barat agar aktivitas ekonomi dapat berputar di daerah.
Antisipasi Lonjakan Wisatawan Saat Lebaran
Dalam kesempatan tersebut, Mahyeldi juga mengingatkan pemerintah daerah untuk bersiap menghadapi potensi lonjakan kunjungan wisatawan dan pemudik menjelang Idulfitri.
Daerah tujuan wisata, khususnya Kota Pariaman, diminta meningkatkan kesiapan pelayanan kepada masyarakat dan wisatawan.
Pengelola objek wisata juga diingatkan untuk menjaga kebersihan kawasan, memastikan transparansi harga, serta memperhatikan standar keselamatan transportasi laut bagi wisatawan yang akan berkunjung ke Pulau Angso Duo.
“Momentum libur Lebaran biasanya membawa peningkatan kunjungan wisata. Karena itu kita perlu memastikan pelayanan kepada masyarakat dan wisatawan berjalan dengan baik, sehingga memberikan pengalaman yang nyaman sekaligus berdampak positif bagi perekonomian daerah,” kata Mahyeldi.
Pariaman Fokus pada Wisata dan Perikanan
Sementara itu, Wali Kota Pariaman Yota Balad menyampaikan bahwa pemerintah kota akan terus memperkuat sektor pariwisata dan perikanan sebagai penggerak utama ekonomi daerah.
Menurutnya, kedua sektor tersebut memiliki potensi besar untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi di Kota Pariaman.
“Potensi terbesar Kota Pariaman memang berada pada sektor wisata dan perikanan. Karena itu kami berharap dukungan dari pemerintah provinsi untuk pengembangannya,” ujar Yota.
Ia juga menyebut Pemerintah Kota Pariaman tengah menyiapkan berbagai agenda wisata untuk menyambut perantau yang pulang kampung saat Lebaran melalui tradisi Piaman Barayo.
Tradisi tersebut menghadirkan berbagai permainan dan kegiatan budaya yang dipusatkan di kawasan pantai.
Melalui kolaborasi antara pemerintah provinsi dan pemerintah daerah, diharapkan potensi ekonomi yang dimiliki Sumatera Barat dapat berkembang secara optimal dan memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat.(*)
Editor : Hendra Efison