PADEK.JAWAPOS.COM– Pemerintah Kota Pariaman menyalurkan bantuan pangan untuk 2.191 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di Kecamatan Pariaman Timur, Selasa (23/6/2026). Setiap keluarga menerima 20 kilogram beras dan 4 liter minyak goreng untuk kebutuhan dua bulan, yakni periode Februari–Maret 2026.
Penyerahan bantuan berlangsung di Balairung Rumah Dinas Wali Kota Pariaman dan dihadiri Wali Kota Pariaman Yota Balad bersama jajaran perangkat daerah serta perwakilan Bulog Sumatera Barat.
Program ini merupakan bagian dari penyaluran bantuan pangan pemerintah pusat melalui Badan Pangan Nasional dan Perum Bulog.
Distribusi Bantuan Pangan Pariaman Timur Jangkau Empat Kecamatan
Penyaluran bantuan pangan di Pariaman Timur menjadi bagian dari distribusi serentak di Kota Pariaman dengan total 9.938 KPM. Pemerintah mengatur jadwal pembagian selama empat hari, mulai 23 hingga 26 Juni 2026.
Selain Pariaman Timur, bantuan juga disalurkan ke Pariaman Selatan sebanyak 2.211 KPM, Pariaman Tengah 2.307 KPM, dan Pariaman Utara 3.229 KPM. Skema distribusi ini disusun untuk memastikan penyaluran berjalan tertib di setiap wilayah.
Kemudian, setiap kecamatan menerima jadwal pembagian berbeda agar proses distribusi tidak menumpuk di satu lokasi.
Penerima Bantuan Naik, Jangkauan Program Makin Luas
Jumlah penerima bantuan pangan di Kota Pariaman meningkat cukup signifikan pada tahun ini. Sebelumnya hanya sekitar 5.000 KPM, kini bertambah menjadi 9.938 KPM.
Yota Balad menyebut peningkatan ini merupakan hasil koordinasi pemerintah kota dengan pemerintah pusat. Nilai bantuan yang disalurkan mencapai sekitar dua miliar rupiah setiap bulan.
Selain itu, perluasan penerima manfaat menjadi langkah untuk menjaga daya beli masyarakat dan memperkuat perlindungan sosial di daerah.
Bantuan Pangan Dukung Ketahanan dan Stabilitas Harga
Program bantuan pangan di Pariaman Timur menjadi bagian dari upaya menjaga ketahanan pangan daerah. Pemerintah menilai bantuan ini membantu menekan tekanan ekonomi rumah tangga, terutama pada kebutuhan pokok.
Program ini juga berfungsi sebagai instrumen pengendalian inflasi pangan di tingkat daerah. Distribusi beras dan minyak goreng diharapkan mampu menjaga stabilitas harga di pasar.
Perum BULOG bersama Badan Pangan Nasional terlibat langsung dalam penyaluran agar bantuan tepat sasaran.
Pengawasan Distribusi Diperketat
Pemerintah Kota Pariaman meminta seluruh perangkat daerah hingga tingkat kelurahan memastikan distribusi berjalan lancar. Pengawasan dilakukan untuk menjaga ketepatan data dan mencegah kendala di lapangan.
Dinas terkait bersama Bulog Sumbar turut mengawasi proses penyaluran agar bantuan diterima oleh keluarga yang berhak. Pemerintah juga menekankan pentingnya ketertiban selama proses distribusi berlangsung.
Dengan skema ini, pemerintah berharap bantuan pangan dapat meringankan beban masyarakat sekaligus menjaga stabilitas kebutuhan pokok di Kota Pariaman.(*)
Editor : Hendra Efison