Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Festival Tabuik Pariaman Tarik Wisatawan Mancanegara, Giring Sebut Budaya Gerakkan Ekonomi Kreatif

ZikriNiati ZN • Minggu, 28 Juni 2026 | 19:30 WIB
Wakil Menteri Kebudayaan RI Giring Ganesha bersama Wali Kota Pariaman Yota Balad menghadiri puncak Festival Budaya Tabuik Pariaman di Pantai Gandoriah, Minggu (28/6/2026). Festival ini ditargetkan menarik lebih dari 500 ribu pengunjung sekaligus menggerakkan sektor pariwisata, UMKM, dan ekonomi kreatif.
Wakil Menteri Kebudayaan RI Giring Ganesha bersama Wali Kota Pariaman Yota Balad menghadiri puncak Festival Budaya Tabuik Pariaman di Pantai Gandoriah, Minggu (28/6/2026). Festival ini ditargetkan menarik lebih dari 500 ribu pengunjung sekaligus menggerakkan sektor pariwisata, UMKM, dan ekonomi kreatif.

PADEK.JAWAPOS.COM– Festival Budaya Tabuik Pariaman kembali menjadi magnet wisata nasional dan mancanegara. Pemerintah Kota Pariaman menargetkan lebih dari 500 ribu pengunjung menghadiri rangkaian Festival Tabuik 2026 yang telah masuk dalam Kharisma Event Nusantara (KEN), sekaligus menjadi penggerak sektor pariwisata, UMKM, dan ekonomi kreatif di Sumatra Barat.

Puncak perayaan yang digelar di Pantai Gandoriah, Minggu (28/6/2026), dihadiri Wakil Menteri Kebudayaan RI Giring Ganesha, Wakil Gubernur Sumbar Vasco Ruseimy, serta Wali Kota Pariaman Yota Balad.

Ribuan masyarakat dan wisatawan memadati kawasan pantai untuk menyaksikan prosesi Hoyak Tabuik yang menjadi ikon budaya Kota Pariaman.

Giring Ganesha menilai konsistensi pemerintah daerah dalam menjaga tradisi terbukti memberikan dampak nyata terhadap sektor pariwisata.

Menurutnya, investasi di bidang kebudayaan mampu menciptakan efek berganda yang dirasakan langsung oleh masyarakat.

"Ketika pemerintah daerah berinvestasi pada kebudayaan, dampaknya terhadap pariwisata sangat nyata. Wisatawan datang dari berbagai daerah di Indonesia hingga mancanegara untuk menyaksikan Tabuik," katanya.

Tabuik Pariaman Gerakkan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif

Selain meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan, Giring mengatakan Festival Tabuik Pariaman juga menjadi berkah bagi pelaku UMKM dan ekonomi kreatif.

Perputaran ekonomi berlangsung melalui penjualan berbagai produk lokal, mulai dari kain khas hingga kuliner tradisional.

Ia mengaku ikut membeli sejumlah produk UMKM saat berada di Pariaman. Menurutnya, geliat ekonomi kreatif akan terus tumbuh apabila pemerintah konsisten menjaga dan mengembangkan warisan budaya daerah.

Giring juga mengungkapkan tiga hal yang paling menarik dari Festival Tabuik, yakni desain dan arsitektur Tabuik yang megah, proses pembuatannya yang sarat nilai sejarah dan gotong royong, serta prosesi Hoyak Tabuik yang menghadirkan atraksi lempar-lemparan antarkelompok dan menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan.

Selain itu, ia menyambut baik aspirasi masyarakat yang menginginkan Tabuik didaftarkan sebagai Warisan Budaya Takbenda UNESCO. Namun, menurutnya proses tersebut harus melalui kajian ilmiah dan tahapan administrasi yang disiapkan Kementerian Kebudayaan bersama pemerintah daerah.

"Kalau pemerintah daerah siap, pemerintah provinsi siap, kami juga siap mengawal prosesnya," ujarnya.

Target 500 Ribu Pengunjung Perkuat Posisi Pariaman

Wali Kota Pariaman Yota Balad menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Kebudayaan RI atas dukungan yang mengantarkan Festival Tabuik masuk dalam Kharisma Event Nusantara 2026. Menurutnya, pengakuan tersebut menjadi peluang besar untuk memperluas promosi budaya Pariaman di tingkat nasional.

Yota optimistis penyelenggaraan Tabuik tahun ini mampu menarik lebih dari 500 ribu pengunjung. Dampaknya tidak hanya dirasakan sektor pariwisata, tetapi juga pelaku UMKM, seni pertunjukan, kuliner, hingga industri kreatif yang terlibat selama pelaksanaan festival.

Ia juga memaparkan sejumlah pembangunan yang tengah berjalan di Kota Pariaman, di antaranya pembangunan jogging track dan rencana revitalisasi kolam renang GOR Rawang, pengaktifan kembali Irigasi Anai 2 yang telah sekitar 10 tahun tidak berfungsi, serta bantuan revitalisasi 36 sekolah senilai Rp25 miliar dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.

Sementara itu, Pemerintah Kota Pariaman juga menyiapkan rangkaian Hari Jadi Kota Pariaman ke-24 pada 1-4 Juli 2026 yang akan diisi dengan bazar UMKM, tabligh akbar, zikir bersama, makan bajamba, dan Pariaman Festival Band.

Wakil Gubernur Sumbar Vasco Ruseimy menegaskan Tabuik merupakan identitas budaya masyarakat Pariaman yang harus terus dilestarikan. Menurutnya, meski luas wilayah Kota Pariaman relatif kecil, gaung Festival Tabuik telah dikenal hingga mancanegara dan menjadi kebanggaan masyarakat Sumatra Barat.

"Tabuik harus terus diselenggarakan karena menjadi kebanggaan masyarakat Pariaman sekaligus wajah budaya Sumatra Barat di mata dunia," katanya.

Melalui konsistensi penyelenggaraan dan dukungan pemerintah pusat, Festival Tabuik diharapkan tidak hanya memperkuat pelestarian budaya, tetapi juga menjadi pengungkit pertumbuhan ekonomi daerah dan membuka peluang lebih besar untuk diakui sebagai Warisan Budaya Takbenda UNESCO.(*)

Editor : Hendra Efison
#KEN 2026 #Festival Tabuik Pariaman #tabuik pariaman #Yota Balad #Ekonomi Kreatif Sumbar