Rakor Kesehatan Pariaman Bahas TBC, Malaria hingga Rendahnya Skrining Kanker Serviks

ZikriNiati ZN • Dipublikasikan Senin, 28 September 2026 | 12:00 WIB
Wali Kota Pariaman Yota Balad membuka Rakor Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tingkat Kota Pariaman Tahun 2026 di Rocky Plaza Hotel Padang, Senin (28/9/2026).
Wali Kota Pariaman Yota Balad membuka Rakor Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tingkat Kota Pariaman Tahun 2026 di Rocky Plaza Hotel Padang, Senin (28/9/2026).

PADEK.JAWAPOS.COM — Pemerintah Kota Pariaman memetakan sejumlah persoalan kesehatan, mulai dari pengendalian TBC dan malaria hingga rendahnya cakupan imunisasi serta skrining kanker serviks.

Pembahasan tersebut menjadi fokus Rapat Koordinasi (Rakor) Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tingkat Kota Pariaman Tahun 2026 yang dibuka Wali Kota Pariaman Yota Balad di Rocky Plaza Hotel Padang, Senin (28/9/2026).

Rakor yang berlangsung hingga 30 September 2026 itu diikuti 126 peserta dari berbagai unsur. Peserta terdiri dari Forkopimda, Dharma Wanita Persatuan, Kantor Kementerian Agama, kepala OPD Pemkot Pariaman, camat, kepala desa/lurah, direktur rumah sakit pemerintah dan swasta, kepala puskesmas, serta organisasi profesi kesehatan seperti Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Cabang Pariaman.

Yota Balad mengatakan program pencegahan dan pengendalian penyakit menular maupun tidak menular masih menghadapi sejumlah tantangan serius.

Menurutnya, pemerintah daerah membutuhkan kolaborasi lintas sektor dan kesiapan fasilitas layanan kesehatan dasar di tingkat desa untuk menangani persoalan tersebut.

“Pemerintah Daerah tidak bisa bekerja sendiri. Penanganan dan pencegahan penyakit membutuhkan kolaborasi lintas sektor yang solid serta kesiapan fasilitas layanan kesehatan dasar di tingkat desa,” ujar Yota.

Melalui rakor tersebut, Pemko Pariaman memfokuskan pembahasan pada perumusan langkah strategis berbasis data, perbaikan deteksi dini penyakit, penyelarasan program eliminasi penyakit menular seperti TBC dan DBD, serta peningkatan literasi pola hidup sehat.

Sejumlah isu spesifik juga menjadi perhatian, yakni pengendalian TBC, penanganan kasus malaria, pengawasan penyakit yang berpotensi menimbulkan Kejadian Luar Biasa (KLB), serta upaya meningkatkan cakupan imunisasi.

Selain itu, Pemko Pariaman membahas peningkatan kesadaran dan penanganan terhadap rendahnya skrining kanker serviks.

Yota mengatakan rakor lintas sektor diperlukan agar seluruh pemangku kepentingan dapat menganalisis persoalan kesehatan secara bersama-sama.

“Melalui rapat koordinasi lintas sektor ini, diharapkan seluruh pemangku kepentingan dapat menganalisis permasalahan yang ada secara bersama-sama untuk meningkatkan keberhasilan deteksi dini, upaya preventif, serta respons cepat terhadap berbagai ancaman penyakit di Kota Pariaman,” katanya.

Rakor tersebut juga diarahkan untuk memperkuat implementasi Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) sebagai bagian dari upaya pembangunan kesehatan.

Ketua TP PKK Kota Pariaman Ny. Yosneli Balad turut menghadiri kegiatan tersebut.(*)

Editor : Hendra Efison
kesehatan imunisasi tbc kanker serviks pariaman