Kabupaten Tanahdatar inilah asal mula suku Minangkabau. Tanahdatar merupakan daerah agraris yang lebih dari 70% masyarakatnya hidup dengan bercocok tanam maupun peternakan.
Di Kabupaten Tanahdatar saat ini masih banyak terdapat peninggalan sejarah adat Minangkabau. Baik berupa benda maupun tatanan budaya adat Minangkabau.
Ikrar “Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah” ini disebut juga dengan Sumpah Satie yang juga di Tanahdatar dilahirkan. Yaitu tempatnya di Bukit Marapalam Puncak Pato, Kecamatan Lintaubuo Utara.
Banyak tempat wisata sejarah yang terdapat di Kabupaten Tanahdatar ini antara lain Istana Pagaruyung, Balai ruang Sari, Puncak Pato, prasasti Adityawarman, Batu Angkek-angkek, Rumah Gadang Balimbing, Kincir Air, Batu Basurek, Nagari Tuo Pariangan, Fort Van Der Capellen, Batu Batikam, dan Ustano Rajo.
Sedangkan untuk wisata alam dan budaya di Kabupaten Tanahdatar adalah Lembah Anai, Panorama Tabekpateh, Danau Singkarak Bukit Batu Patah, dan Ngalau Pangian.
Objek wisata yang paling populer bagi wisatawan yang datang ke Tanahdatar adalah Istana Pagaruyung. Istana Pagaruyung atau yang disebut juga Istana Basa, berjarak lebih kurang 5 kilometer dari pusat Batusangkar. Bila kita dari Bukittinggi kira-kira 1,5 jam perjalanan.
Wisatawan yang datang ke Pagaruyuang dapat merasakan dan menyaksikan jejak sejarah pada masa dahulu. Di sini juga bisa memakai pakaian adat alam Minangkabau dengan harga berkisar Rp 35.000 per pasang.
Hal inilah yang menjadi keunikan wisatawan bila datang ke Pagaruyung. Di samping itu wisatawan yang datang ke Istana Pagaruyung akan di pandu oleh guide lokal yang siap menceritakan sejarah tentang Pagaruyung dan adat istiadat Minangkabau.
Lokasi Istana Pagaruyung sebelumnya berada di atas Bukit Batupatah. Kemudian pada tahun 1804, istana tersebut dibakar oleh Kaum Paderi.
Bukan hanya itu saja, ternyata pada tahun 1966, dan yang terbaru pada tahun 2007 karena tersambar petir. Meskipun begitu dari kejadian kebakaran pertama, barang-barang yang ada di dalam Istana Pagaruyung berhasil diselamatkan.
Selain itu, juga dapat mengadakan makan bajamba atau makan barapak yang merupakan tradisi makan dengan cara duduk bersama-sama di dalam suatu ruangan yang dilakukan oleh masyarakat Minangkabau.
Makan bajamba umumnya diikuti oleh lebih dari puluhan hingga ribuan orang yang kemudian dibagi dalam beberapa kelompok.
Suatu kelompok biasanya terdiri dari 3 sampai 7 orang yang duduk melingkar dan di setiap kelompok telah tersedia satu dulang yang di dalamnya terdapat sejumlah piring yang ditumpuk berisikan nasi dan berbagai macam lauk.
BMW 2002 tur Bukittinggi merupakan salah satu travel agen yang telah lebih dari 20 tahun berkecimpung di dunia pariwisata dengan market 80 % pelancong dari Malaysia dan Singapura.
Di masa pandemi ini sangat terdampak sekali dengan ditutupnya penerbangan Internasional, sehingga para turis dari luar negeri tidak dapat berlibur ke Sumatera Barat.
Pagaruyung salah satu destinasi sejarah yang wajib kamu masukan kedalam itinerary perjalanan wisata yang biasa kami berikan kepada pelancong yang ingin datang ke Sumatera Barat.
Tak heran bila musim libur atau ujung minggu Istana pagaruyung akan dibanjiri wisatawan lokal dan mancanegara. Jangan lupa, rencanakan perjalanan ke Sumatera Barat bersama BMW 2002 Tour.
Ketua DPD ASITA Sumbar Arlan Dikusnata menyampaikan pariwisata Sumbar mulai menggeliat. Kesempatan ini mesti bisa dijaga dengan baik oleh pelaku pariwisata.
Pasalnya selama pandemi, pelaku wisata seperti biro perjalanan mengalami dampak yang besar. “Mari kita gerakkan lagi wisata Sumbar. Ini akan berdampak pada ekonomi masyarakat,” katanya. (*) Editor : Novitri Selvia