Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Pesona Tersembunyi Desa Nagari Tuo Pariangan: Berkisah tentang Keindahan dan Warisan Budaya Minangkabau

Randi Zulfahli • Rabu, 4 Desember 2024 | 15:28 WIB

Keindahan Desa Wisata Nagari Tuo Pariangan, Kabupaten Tanahdatar, Sumatera Barat.
Keindahan Desa Wisata Nagari Tuo Pariangan, Kabupaten Tanahdatar, Sumatera Barat.
PADEK.JAWAPOS.COM—Kabupaten Tanahdatar, Sumatera Barat (Sumbar), menyimpan sebuah permata tersembunyi yang layak mendapat perhatian para pelancong.

Desa Wisata Nagari Tuo Pariangan, pemenang Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2022 dalam kategori Desa Wisata Berkembang, menghadirkan pengalaman wisata yang memukau dengan kombinasi keindahan alam, kekayaan sejarah, dan warisan budaya Minangkabau.

Panorama Alam yang Memesona

Terletak di lereng Gunung Marapi pada ketinggian 800-1.000 meter di atas permukaan laut, Desa Nagari Tuo Pariangan menawarkan kesejukan dan pemandangan menakjubkan.

Sawah-sawah berjenjang yang membentang dari lereng gunung hingga lembah, ditambah dengan pemandangan memukau Danau Singkarak, menciptakan lanskap yang tak terlupakan bagi para pengunjung.

Jejak Sejarah yang Hidup

Desa ini bukan sekadar destinasi alam, melainkan juga gudang sejarah Minangkabau. Beberapa situs bersejarah yang dapat dijelajahi pengunjung antara lain:

  1. Batu Lantak Tigo, sebuah batu prasasti yang menandai wilayah Pariangan.
  2. Kuburan Panjang Datuak Tantejo Gurhano, makam sang arsitek rumah gadang pertama.
  3. Masjid Islah, yang memiliki arsitektur gonjong khas Minangkabau.

Pengunjung dapat menikmati suasana pedesaan dengan menginap di homestay berupa rumah gadang tradisional atau menjelajahi Air Terjun Aie Najun yang tersembunyi di Hutan Pariangan.

Keunikan Kuliner dan Kerajinan

Kawa Daun: Persilangan Cita Rasa Teh dan Kopi

Minuman khas Pariangan, kawa daun, adalah sajian unik yang dibuat dari daun kopi kering yang diseduh dengan air mendidih.

Hasilnya adalah minuman dengan cita rasa persilangan antara teh dan kopi, menciptakan pengalaman sensori yang tak terlupakan.

Batik Kopi: Inovasi Berkelanjutan

Kerajinan batik Pariangan memiliki keunikan tersendiri. Para pengrajin memanfaatkan limbah ampas kopi sebagai pewarna alami, menghasilkan batik dengan aroma kopi yang khas.

Proses penciptaan motif batik dilakukan melalui penelitian naskah kuno, menghadirkan karya seni yang memiliki nilai sejarah dan berkelanjutan.

Prestasi gemilang diraih melalui inovasi ini. Desa Nagari Tuo Pariangan tercatat dalam Rekor MURI sebagai desa wisata pertama yang menggunakan limbah kopi sebagai pewarna batik dan menghasilkan batik beraroma kopi.

Desa Nagari Tuo Pariangan bukan sekadar destinasi wisata, melainkan sebuah perjalanan melalui keindahan alam, kekayaan sejarah, dan kreativitas budaya Minangkabau.

Bagi para pencinta wisata yang ingin mengeksplorasi pesona tersembunyi Sumatera Barat, desa ini adalah destinasi yang wajib dikunjungi. (*)

Editor : Adetio Purtama
#Desa Wisata Nagari Tuo Pariangan #Kabupaten Tanahdatar #wisata sumbar #Anugerah Desa Wisata Indonesia #gunung marapi