Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Guru Besar UGM Beri Masukan Pemko Agar Padang Masuk Jaringan Kota Kreatif Gastronomi UNESCO

Heri Sugiarto • Jumat, 4 Juli 2025 | 12:49 WIB

Rapat Kolaborasi Pentahelix yang digelar Wali Kota Padang Fadly Amran di Kediaman Resmi Wali Kota Padang, Jumat (4/7/2025).(Foto: Prokopim)
Rapat Kolaborasi Pentahelix yang digelar Wali Kota Padang Fadly Amran di Kediaman Resmi Wali Kota Padang, Jumat (4/7/2025).(Foto: Prokopim)
PADEK.JAWAPOS.COM-Pemerintah Kota Padang terus memantapkan langkah untuk menjadikan Padang sebagai bagian dari Jaringan Kota Kreatif UNESCO di bidang Gastronomi.

Wali Kota Padang, Fadly Amran, menegaskan pentingnya dukungan seluruh elemen Pentahelix guna mewujudkan cita-cita ini dalam Rapat Kolaborasi Pentahelix yang digelar di Kediaman Resmi Wali Kota Padang, Jumat (4/7/2025).

Rapat strategis tersebut turut dihadiri Guru Besar Departemen Arsitektur dan Perencanaan Universitas Gadjah Mada (UGM), Prof. Wiendu Nuryanti, serta unsur pentahelix lainnya seperti akademisi, pelaku usaha, komunitas, media, dan pemerintah.

Fadly Amran menyebut, Padang memiliki potensi besar untuk diakui UNESCO sebagai Kota Kreatif Gastronomi, mengingat kekayaan budaya, seni, dan kuliner Minang yang telah mendunia.

Hal ini juga sejalan dengan visi besar Pemko Padang melalui Program Unggulan Jelajah Padang untuk menarik lebih banyak wisatawan.

“Untuk mewujudkan impian ini, kita butuh sinergi dan kesamaan persepsi dari seluruh unsur pentahelix. Alhamdulillah, kita mendapat masukan langsung dari Prof. Wiendu yang telah mendampingi sejak kemarin,” ujar Fadly.

Ia menambahkan, keunggulan gastronomi Padang tidak hanya terletak pada cita rasa, tapi juga pada nilai historis dan budaya yang terkandung dalam setiap sajian khas daerah ini.

Ke depan, kekayaan kuliner tersebut akan diintegrasikan dengan pengembangan kawasan Kota Tua sebagai daya tarik wisata unggulan.

“Jika Padang berhasil meraih pengakuan dari UNESCO, maka kota ini akan lebih dikenal secara global. Dampaknya tentu akan signifikan terhadap sektor pariwisata, peningkatan ekonomi masyarakat, hingga mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD),” jelasnya.

Wali Kota juga mengungkapkan peluang kerja sama internasional yang terbuka lebar jika Padang masuk dalam jejaring kota gastronomi dunia.

Menurutnya, hal ini akan memperkuat ekosistem ekonomi kreatif di tingkat lokal.

Dalam kesempatan itu, Prof. Wiendu Nuryanti memberikan apresiasi atas langkah Pemko Padang.

Ia menekankan pentingnya menyusun roadmap yang terstruktur dan melibatkan seluruh pemangku kepentingan agar proses menuju pengakuan UNESCO berjalan efektif.

“Butuh sinergi, komitmen, dan kerja sama seluruh pihak. Jika dijalankan dengan baik, saya yakin Padang bisa masuk dalam jaringan kota kreatif dunia secepatnya,” ungkap mantan Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI periode 2011–2014 itu.

Pemko Padang saat ini tengah mempersiapkan berbagai dokumen pendukung untuk pengajuan ke UNESCO, termasuk peta jalan, strategi promosi, serta penguatan identitas gastronomi yang berkelanjutan dan inklusif.

Jika lolos, Padang akan bergabung dengan lebih dari 56 kota gastronomi resmi dari 34 negara, memperluas jaringan internasional, meningkatkan reputasi kuliner global, menumbuhkan ekonomi kreatif, dan memperkuat sektor pariwisata serta pendapatan daerah.(*)

Persyaratan Utama Kota Gastronomi UNESCO:

- Tradisi kuliner lokal yang khas dan hidup, mencakup bumbu, resep, serta teknik memasak tradisional .

- Komunitas kuliner aktif, termasuk restoran tradisional, koki profesional, pasar lokal, festival kuliner, dan industri pangan lokal .

- Kesadaran keberlanjutan pangan, seperti penggunaan bahan lokal, edukasi nutrisi, serta perlindungan lingkungan 

- Keterlibatan multi-stakeholder, menunjukkan sinergi antara pemerintah, masyarakat, sektor swasta, akademisi, dan organisasi profesional/gastronomi .

- Roadmap strategis, berupa rencana aksi selama empat tahun dengan program konkret serta infrastruktur dan peningkatan kapasitas profesional.

Editor : Heri Sugiarto
#fadly amran #Kota Kreatif Gastronomi Unesco #kuliner dan budaya #unesco #padang kota kreatif #wali kota padang