Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Bajamba di Kota Seribu Rasa: Road to Gastronomy City

Heri Sugiarto • Rabu, 13 Agustus 2025 | 11:01 WIB

Satria Haris, Brand Activator. (Foto: DOK. PRI)
Satria Haris, Brand Activator. (Foto: DOK. PRI)
Oleh: Satria Haris, Brand Activator.

PADEK.JAWAPOS.COM-Kota Padang mengambil langkah strategis dalam perjalanannya menuju pengakuan sebagai Kota Gastronomi UNESCO. Momentum utamanya adalah penyelenggaraan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) ICCN (Indonesia Creative Cities Network) 2025, yang menjadi bagian dari rangkaian acara Hari Jadi Kota (HJK) ke-356 Padang. Melalui filosofi kearifan lokal "Bajamba", kota ini berupaya memperkuat ekosistem kreatifnya.

Salah satu menu utama dalam rangkaian Taste of Padang Experience pada HJK ke-356 adalah Rakornas ICCN 2025 yang dilaksanakan pada tanggal 6-10 Agustus.

Seperti judul lagu Raisa, kali kedua Padang sebagai tuan rumah. Rakornas perdana dilaksanakan di "Kota Seribu Rasa" ini tahun 2018, back to back pada tahun 2025. Momentum ini dijadikan penguatan Road to Gastronomy City UNESCO.

Adapun rangkaian pelaksanaan dimulai dengan creative trip, dilanjutkan creative conference dan berakhir pada rakornas. Kegiatan ini diikuti jejaring 240+ Kota dan Kabupaten Kreatif Indonesia, baik secara offline maupun online.

Hal ini sejalan dengan program unggulan paripurna kota yaitu Jelajah Padang. Jejaring kabupaten dan kota menjelajah setiap destinasi dan menyaksikan festival telong-telong yang telah menjadi atraksi tahunan serta menikmati setiap cita rasa dalam format "Bajamba".

Jargon "BAJAMBA" digaungkan secara resmi saat creative conference yang dihadiri oleh multi-stakeholder ekonomi kreatif.

Adapun tokoh nasional yang ikut membersamai pembahasan pada creative conference yaitu Yovie Widianto (Staf Khusus Presiden Bidang Ekonomi Kreatif), Giring Ganesha ( Wakil Menteri Kebudayaan RI), Teuku Riefky H (Menteri Ekonomi Kreatif RI/ Kepala Badan Ekonomi Kreatif RI), Raffi Ahmad (Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni), Wientor Rah Mada (Direktur Utama SMESCO, TB Fiki C. Satari (Ketua Umum ICCN) selaku komando pergerakan jaringan kabupaten dan kota kreatif Indonesia.

Fadly Amran sebagai Wali Kota Padang sebagai garda terdepan dalam menjemput Bajamba di Kota Seribu Rasa.

Salah satu menu utama rangkaian Taste of Padang Experience pada HJK ke-356 adalah Rakornas ICCN 2025 pada 6-10 Agustus.(*)
Salah satu menu utama rangkaian Taste of Padang Experience pada HJK ke-356 adalah Rakornas ICCN 2025 pada 6-10 Agustus.(*)

Bajamba terinspirasi dari makan bajamba atau makan barapak, sebuah tradisi makan bersama dalam budaya Minangkabau. Tradisi ini melibatkan sekelompok orang yang duduk melingkar dan makan dari satu wadah besar (jamba) secara bersama-sama.

Lebih dari sekadar makan, tradisi ini adalah simbol kebersamaan, persaudaraan, dan nilai-nilai sosial budaya Minangkabau.

Bajamba merupakan hasil kolaborasi masyarakat dalam mempertahankan rasa yang khas dan komplit. Memiliki hasil rempah yang melimpah membuat isian jamba menjadi sajian yang lamak dan lamak bana (enak dan enak sekali).

Kekayaan alam ini menjadi alasan kenapa ada pelabuhan terbesar di pesisir barat pulau Sumatera pada abad 16.

Bajamba merupakan gagasan dalam membentuk ekosistem kota kreatif, bagaimana mengimplementasi konsep menjadi rules mode dalam membangun ekosistem kota Padang sebagai kota kreatif dunia.

Melalui kearifan lokal diharapkan dapat membangun kolaborasi kreatif. Satu sama lain saling membutuhkan dan setara. Pola gotong-royong dapat memperkuat ikatan sosial masyarakat kreatif.

Padang sebagai ibukota provinsi Sumatera Barat telah banyak melalui berbagai beradaban. Filosofi lokal sebagai pondasi kerja kolektif dapat memperkuat akar dan pergerakan generasi masa depan. Melalui bajamba, koneksi ide serta gagasan dapat diciptakan secara terbuka.

Padang, Road to City of Gastronomy
Rendang menjadi salah satu bukti kekuatan rempah yang ada di Sumatera Barat. Rendang telah mendapat kepercayaan dari masyarakat dunia sebagai salah satu masakan yang paling enak di dunia.

Dalam proses memasak, kita dapat melihat orang dapur bergotong royong dalam menjaga ‘api tungku” agar tetap stabil.

Pertanggung jawaban menjaga citarasa dalam bajamba bukan persoalan satu orang, melainkan satu kampung dan kaum.

Bajamba bukan hanya sekadar makan berjamba, melainkan sebuah rantai ekosistem budaya. Hal ini sesuai dengan visi kejayaan yaitu menggerakkan segala potensi dalam mencapai tujuan menjadi kota kreatif dunia/ City of Gastronomy UNESCO.(*)

Editor : Heri Sugiarto
#fadly amran #HJK Padang 2025 #Road to Gastronomy City UNESCO #Kota Gastronomi UNESCO #rendang #pemko padang #Satria Haris #Rakornas ICCN2025 #Padang kota seribu rasa #bajamba