Founder MGR, Yv Tri Saputra mengatakan, pendaftaran yang dijadwalkan ditutup pada 15 September telah mencapai 2.500 peserta.
Namun, karena masih banyak calon peserta yang antre, panitia mempertimbangkan untuk menambah kuota dan memperpanjang periode pendaftaran.
“MGR 2025 tidak sekadar lomba marathon. Event ini menggabungkan Family Running, sport running, tourism running, dan buying running. Keunikan itulah yang membuat peserta terus meningkat,” kata Yv Tri Saputra.
Rute MGR 2025 pada 30 November nanti dimulai di Kota Bukittinggi, dari Jam Gadang menuju Ngarai Sianok, lalu Koto Gadang di Kabupaten Agam yang terkenal dengan kerajinan peraknya.
Track ini memadukan keindahan alam, budaya lokal, dan destinasi yang termasuk warisan nasional maupun dunia.
MGR merupakan event yang diinisiasi dan dibiayai swasta, didukung Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, Pemko Bukittinggi, dan Badan Pengelola Geopark Sianok-Maninjau.
Event untuk mendukung pengembangan sport tourism dan promosi Geopark Ngarai Sianok-Maninjau ini sangat berbeda dengan Tour de Singkarak, yang pendanaannya mengandalkan APBN dan APBD.(*)
Editor : Heri Sugiarto